Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta Latih Kader Deteksi Dini Kanker Serviks

18 Mei 2015 12:39 WIB | dibaca 1683

Kader saat melakukan pemeriksaan pada calon pasien deteksi dini kanker serviks (dokumentasi Stikes ‘Aisyiyah).

 

Bantul – Sebanyak 20 orang kader kesehatan deteksi dini kanker serviks dari ‘Aisyiyah Cabang Banguntapan menjalani uji pelatihan terakhir di Klinik Bait al-Marwah, Jl. Wonosari, Wiyoro, Banguntapan, Bantul, Selasa (5/5). Mereka sejak bulan April lalu mengikuti pelatihan rutin memahami apa itu kanker serviks, gejala dan cara deteksi dini yang perlu dilakukan sedini mungkin. Program pelatihan kader ini dilakukan oleh Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta dan dipimpin oleh dua dosen yakni Ismarwati dan Dwi Ernawati.

 

“Dalam rangka pengabdian masyarakat, Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta sejak bulan April 2015 melakukan program Pelatihan Kader Kesehatan Deteksi Dini Kanker Serviks bekerjasama dengan Pengurus Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Banguntapan Utara dan PCA Banguntapan Selatan Kabupaten Bantul” ujar Ismarwati.

 

Dari hasil penelitiannya tersebut, salah satu penyuluhan kesadaran melakukan deteksi dini kanker serviks yang cukup efektif adalah memanfaatkan jaringan pengajian kaum ibu, “agar kesadaran jama’ah pengajian tetap dapat dijaga maka perlu dipilih beberapa kader di tiap kelompok jamaah pengajian yang ada di daerah binaan. Pembinaan kader melalui forum pengajian ibu dinilai efektif karena akan dapat membangun rasa kebersamaan dalam memotivasi jama’ah pengajian sehingga bersedia melakukan usaha deteksi dini secara rutin bersama-sama,” tambah Ismarwati.

 

 

Lebih lanjut, Ismarwati mengatakan dari masing-masing PCA mengirim 10 kadernya. Dalam pelatihan kepada 20 orang kader diberikan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi perempuan dan urgensi deteksi dini kanker serviks secara berkala sebagai bekal memberikan penyuluhan kepada jamaah pengajian di masing-masing wilayahnya dengan membentuk Diskusi Kelopok Terarah (DKT). Target lain yang diharapkan adalah menyusun panduan deteksi dini kanker serviks. Hal lainnya adalah membentuk 20 DKT yang beranggotakan ibu-ibu dari tiap kelompok dan terdiri 8 sampai 10 orang ibu. “Dari program ini diharapkan ada 200 peserta yang dikembangkan menjadi kader penerus bina lingkungan keluarga masing-masing,” ucap Ismarwati.