Sri Mulyani Soroti Perkembangan Teknologi dan Kemajuan UNISA

03 Oktober 2019 13:20 WIB | dibaca 115

 

Sleman -- Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, Ph.D hadiri Orasi Ilmiah dalam rangka penutupan rangkaian Milad ke-28 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Orasi Ilmiah yang digelar pada (2/10) di Auditorium Gedung B UNISA Yogyakarta mengangkat tema “Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa.”

Sri Mulyani dalam pembukaan orasinya menyampaikan rasa kagum kepada ‘Aisyiyah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) Salah satunya melalui UNISA yang dalam usia tiga tahun sebagai universitas telah memiliki pencapaian luar biasa. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan kepercayaan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di UNISA. Menurut laporan akhir yang disampaikan oleh Rektor UNISA, Warsiti dalam rangkaian acara Sidang Senat Terbuka, saat ini terdapat sebanyak 6104 mahasiswa dan 124 mahasiswa asing di UNISA. Sementara mahasiswa baru tahun 2019 sendiri sebanyak 2045 dari 20 ribu pendaftar.

Sejalan dengan tema yang diangkat, Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia disebut memiliki bonus demografi sampai tahun 2030. Menurutnya, akan banyak usia produktif dan lahirnya kreatifitas yang tinggi. Ia menekankan bahwa hal tersebut tidak cukup, SDM muda akan lebih bagus jika memiliki kapasitas, seperti kemampuan membaca dan memahami, mengerti kemajuan teknologi serta kemampuan berpikir kritis.

“‘Aisyiyah sendiri telah melalukan upaya yang mulia dengan membangun kualitas SDM tersebut dengan UNISA sebagai universitas professional qur’ani. Maka saya berharap bahwa dalam perayaan milad ketiga ini, ‘Aisyiyah sebagai organisasi yang berkiprah di bidang pembangunan SDM akan mampu menjadi sumber pembangunan manusia di Indonesia yang punya komitmen dalam melahirkan generasi yang lebih baik seperti dalam Surah An-Nisa ayat Sembilan,” pungkasnya.

Sri Mulyani juga mengatakan bahwa mahasiswa kesehatan tidak perlu risau akan lapangan pekerjaan sebab pekerjaan di bidang kesehatan akan selalu dibutuhkan meskipun dengan kemajuan teknologi Revolusi Industri 4.0 saat ini.

“Revolusi Industri adalah sebuah revolusi yang menciptakan disrupsi karena ciri teknologi ini yaitu internet of things dan artificial intelligent dimana saat ini kebutuhan kita dapat terpenuhi dengan hadirnya teknologi internet,” jelas Sri.

Ia menambahkan bahwa kemajuan teknologi selain menciptakan manfaat juga memberikan mudharat. “Internet of things-lah yang akan menguasai era ini. Teknologi bisa merusak lapangan kerja yang dikerjakan oleh manusia dan mematikan 56% pekerjaan manual,” katanya.

Menurutnya hal tersebut dapat diatasi dengan pendidikan yang tidak hanya mengedepankan kemampuan berpikir dan analisa tetapi juga harus dipenuhi dengan kemampuan emosional yang baik dan mengajarkan empati yang tingi. “Saya berharap di dalam mendesain kurikulum kita tahu ilmu yang akan continue dan longlasting dan lihat ilmu mana yang bisa diganti oleh mesin. Ilmu dengan menghafal bisa digantikan dengan mesin. Tetapi mendidik dgn empati itulah yang tidak dapat digantikan oleh mesin. Robot bisa menggantikan pekerjaan kita, tetapi tidak bisa menggantikan hati kita,” ungkap Sri diikuti riuh tepuk tangan mahasiswa.

Pada penutup pidato, Sri Mulyani menyampaikan bahwa maju dan mundurnya Indonesia berada di tangan warga bangsanya sendiri sekaligus pesan sarat makna bagi seluruh mahasiswa. “Negara ini merdeka sejak tahun ‘45, maju dan mundurnya Republik Indonesia adalah di tangan kita sendiri. Saya berharao di dunia intelektual UNISA akan muncul para pemikir yang ikut membangun dan memajukan untuk mencapai tujuan bangsa sebagai estafet perjuangan tokoh terdahulu. Sesudah generasi kami adalah generasi kalian. Kalian jangan pernah menjadi generasi yang terlalu mudah menyalahkan pihak lain kalau kita belum maju. Agama Islam sendiri mengajarkan, lihatlah diri kita sendiri, banyak hal yang bisa dilakukan sebelum mencari cari kesalahan orang lain.”


“Kalau seluruh energi dan pikiran kita dipakai untuk benar-benar mencari dan memikirkan solusi membangun Negara, maka.saya yakin bahwa Indonesia dengan penduduk yang sangat relijius insyaAllah akan memberi jalan bagi kita untuk menjadi sebuah bangsa yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Selamat berjuang bersama-sama membangun cita-cita bangsa. Selamat milad ke-28 kepada Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta,” tutupnya. (AAM)