Sri Mulyani Dorong Mahasiswa UNISA Militan Memerangi Stunting

03 Oktober 2019 09:49 WIB | dibaca 783

 
Berbicara mengenai kondisi kesehatan masyarakat Indonesia dalam Orasi Ilmiah di kampus Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak mahasiswa Unisa untuk menjadi mahasiswa militan dalam memerangi stunting.
 
Dalam orasi ilmiah bertajuk "Mendidik Generasi Unggul Cendekia untuk Kemandirian Ekonomi Bangsa" Sri Mulyani menyampaikan bahwa belanja terbesar kedua Indonesia di bidang Sumber Daya Manusia adalah kesehatan. "Mau negara miskin, mau negara kaya, kesehatan selalu menjadi masalah utama."
 
Ia kemudia menyoroti isu stunting yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Menurutnya masih ada 30% anak-anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi. "Anda tahu, kalau anak kurang gizi maka dia tidak akan mampu seperti kalian duduk menjadi mahasiswa, anak-anak yang stunting jika dia nanti tumbuh besar tidak akan mampu berpikir secara analitis, maka kita harus memerangi ini karena mereka adalah generasi yang akan datang." 
 
Dalam acara yang dihadiri oleh ratusan mahasiswa UNISA serta jajaran Pimpinan Pusat 'Aisyiyah ini ia menambahkan bahwa umat Islam melalui Al-Quran surat an-Nisa ayat sembilan diperintah untuk tidak meninggalkan generasi penerus dalam kondisi yang lemah. "Acara ini dibuka dengan lantunan Quran surat an-Nisa ayat sembilan, kita diperingatkan untuk tidak meninggalkan generasi yang akan datang dengan kondisi yang lebih buruk dari kita, itu bukan perintah undang-undang atau perintah konstitusi tetapi itu adalah perintah Allah, jadi adalah kewajiban kita untuk memerangi masalah kurang gizi anak-anak."
 
Sri Mulyani menyampaikan bahwa stunting bukan hanya masalah situasi ekonomi orang tua tetapi masalah mindset dan pengetahuan. "Masalahnya bisa berhubungan dengan air bersih, bisa berhubungan dengan kebiasaan makan, bisa berhubungan dengan pengetahuan mengenai gizi." Oleh karena itu ia berharap mahasiswa UNISA bisa menjadi mahasiswa yang militan dalam ikut membantu pemerintah memerangi stunting.
 
 
Terkait kesehatan, Sri Mulyani juga menyoroti mengenai jaminan kesehatan nasional. Menurutnya Indonesia memasuki tahun kelima untuk membangun sistem kesehatan dan masih banyak tantangan yang dihadapi. "Memasuki tahun kelima untuk membangun sistem kesehatan nasional masih banyak tantangan, bagaimana kepersertaan, siapa yang harus mengiur, bagaimana iuran yang adil, bagaimana manajemen rumah sakit dan puskesmas, bagaimana menghindari mansuia yang jahat yang menggunakan sistem kesehatan untuk kepentingannya sendiri, bagaimana mengelola dunia farmasi, bagaimana menciptakan gaya hidup yang sehat, banyak dari sistem kesehatan kita yang perlu mndapatkan pemikiran dan solusi dari para intelektual." Ia menhgarapkan UNISA bisa menjadi universitas yang bisa menyuarakan dan merekomendasikan bagaimana sistem jaminan kesehatan nasional Indonesia dibangun secara adil, berkelanjutan, sehat, serta bertanggung jawab. 
 
"Saya harap di dunia intelektual universitas 'Aisyiyah akan muncul pemikir yang ikut membangun, memajukan, dan mencapai tujuan bangsa," ujar Sri Mulyani mengakhiri orasi ilmiahnya. (Suri)