Sosialisasikan Tes IVA, 'Aisyiyah Pangkep Gandeng PKM Pundata Baji

10 Maret 2017 11:18 WIB | dibaca 692

 

Bertempat di Mesjid Jami Nurul Jannah, Rabu (15/2) ‘Aisyiyah Pangkep bersama Bidan Desa PKM Pundata Baji mensosialisasikan bahaya kanker serviks kepada para perempuan Desa Bonto Manai. Desa Bonto Manai merupakan desa replikasi program MAMPU ‘Aisyiyah Pangkep setelah sebelumnya program yang sama telah menjangkau beberapa desa dan kelurahan yang terdapat di Kecamatan Bungoro, Kecamatan Pangkajene dan Kecamatan Labakkang.

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program MAMPU ‘Aisyiyah untuk kesetaraan gender melalui pemberdayaan perempuan di komunitas termasuk masalah kesehatan reproduksi ini dihadiri oleh Sekretaris PCA Labakkang Hasmiyati Mustari, Ketua Majelis Kesehatan PDA Pangkep Nur Alam Anwar, Kepala Puskesmas H. Umar, Bidan Desa dan Kepala Dusun Desa Bonto Manai.

Pada saat melakukan sosialisasi, bidan Ety dari PKM Pundata Baji menjelasakan bahwa setiap 1 jam di Indonesia perempuan meninggal karena kanker serviks. Bahaya kanker ini biasanya terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut dan mengharuskan kemoterapi. Hal ini disebabkan karna kurangnya informasi kaum perempuan terkait bahaya dan upaya pencegahannya yang saat ini sudah bisa dilakukan melalui tes IVA. Penyebab lainnya juga disebabkan karena perempuan yang merupakan Ibu rumah tangga ini tidak menyadari untuk berinisiatif memeriksakan bagian reproduksinya karna malu atau tabu.


Disampaikan oleh Bidan Ety bahwa sebagai isteri dan juga seorang ibu membuat para perempuan lebih banyak mengurus rumah tangga sehingga terkadang tidak memperhatikan kondisi tubuh khususnya bagian reproduksi. Ketidaktahuan serta sikap tidak peduli tersebutlah yang menyebabkan  beberapa kasus kanker serviks ditemukan sudah pada stadium lanjut.

“Beberapa kasus yang terjadi kanker serviks ini biasanya perempuan yang terdeteksi kanker serviks ini sudah berada pada status stadium lanjut, hingga proses penanganannya juga cukup berat seperti harus melakukan kemoterapy. Hal ini disebabkan karna memang minimnya informasi bagi perempuan terkait kanker ini khususnya lagi di desa. Upaya pencegahan kanker serviks ini sendiri sudah begitu mudah dilakukan melalui tes IVA dan PKM Pundata Baji sudah siap memeriksa ibu-ibu yang ingin melakukan tes IVA agar bisa mengetahui sejak dini hasilnya,” lanjut Bidan Ety

Selain itu pada kesempatan ini pula Kepala Puskesmas yang turut hadir menyampaikan kepada seluruh ibu-ibu yang tergabung dalam Komunitas BSA Mattoanging memberikan jaminan bahwa tidak ada pungutan biaya sedikitpun jika ingin memeriksakan diri melalui tes IVA ini, semua dilayani secara gratis.

“Pada kesempatan ini pula saya sampaikan kepada ibu-ibu, silahkan datang ke PKM Pundata Baji periksakan diri Ibu, gratis tidak ada pungutan bayaran apapun. Cukup bawa KIS atau BPJSnya, kalaupun ada ibu-ibu yang belum punya KIS atau BPJS ini dan ingin memeriksakan diri, akan kami fasilitasi,” ujar H. Umar dihadapan puluhan ibu-ibu komunitas.

Salah satu peserta Komunitas BSA Mattoanging Masati (35) yang mengikuti kegiatan ini menyampaikan begitu senang dengan kegiatan penyuluhan tentang kanker serviks ini karena memberikan informasi kepada seluruh ibu-ibu yang mayoritas Ibu Rumah Tangga tentang bahaya kanker serviks. “Senang sekali kami mendapatkan informasi bahaya kanker serviks ini dan cara mencegahnya. Ternyata kanker ini adalah kanker yang di derita artis Julia Perez yang sering di beritakan di televisi,” ujar Masita. “Setelah mendengar penjelasan bu Bidan dan Kepala Puskesmas Pundata Baji, kami akan ke PKM melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sejak dini hasilnya, semoga tidak ada gejala apapun,” tutup Masita. (Nhany)