Siti Noordjannah Beri Arahan dalam Konsolidasi Pimpinan 'Aisyiyah se-Provinsi Bengkulu

14 Februari 2019 20:32 WIB | dibaca 391

BENGKULU -- Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Bengkulu adakan Konsolidasi Pimpinan ‘Aisyiyah se-Provinsi Bengkulu pada hari ini (14/02) tepat setelah Peresmian Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (POSBAKUM) PWA Bengkulu. Konsolidasi Pimpinan ‘Aisyiyah se-Provinsi Bengkulu yang dihadiri 10 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) se-Bengkulu, perwakilan Amal Usaha ‘Aisyiyah, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah serta jajarannya digelar bertepatan dengan dilaksanakannya Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu. Perwakilan Amal Usaha ‘Aisyiyah yang hadir adalah SMK ‘Aisyiyah di Bengkulu Selatan dan Panti Asuhan Provinsi Bengkulu yang masuk kategori 5 LKS terbaik nasional.

Ketua PWA Bengkulu, Hj. Zurnawati memberikan pengantar pada Konsolidasi Pimpinan ‘Aisyiyah se-Bengkulu tersebut sebagai penyegaran bagi Pimpinan-Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah yang hadir dan Siti Noordjannah yang memberikan pengarahan langsung kepada peserta konsolidasi.

Menurut Noordjannah, posisi Bengkulu merupakan tempat yang strategis bagi kiprah ‘Aisyiyah dan ‘Aisyiyah Bengkulu telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. “Apa yang telah dilakukan oleh ‘Aisyiyah Bengkulu telah meningkatkan kebesaran kontribusi ‘Aisyiyah bagi bangsa dan negara. Kebesaran yang diaktualisasikan dalam kerja-kerja nyata ‘Aisyiyah Bengkulu seperti pendirian POSBAKUM, Amal Usaha ‘Aisyiyah di bidang pendidikan dan kegiatan sosial” papar Noordjannah.

Noordjannah berpesan agar ‘Aisyiyah di Bengkulu terus merefleksikan kerja-kerja maupun sumbangsih apa yang telah dilakukan bagi peningkatan kebesaran bangsa dan negara yang sebenarnya.

Di akhir pengarahannya, Noordjannah beri pesan kepada peserta konsolidasi secara khusus dan seluruh kader ‘Aisyiyah Bengkulu pada umumnya. Pertama, para pimpinan organisasi, baik PWA maupun PDA harus dapat membangun komunikasi dengan pemerintah daerah untuk dapat bersinergi. Kedua, pimpinan ‘Aisyiyah di Bengkulu juga terus mengawal program yang telah ditetapkan. Ketiga, kegiatan ideologisasi Muhammadiyah di tingkat pimpinan dan amal usaha harus terus digalakkan. (AAM)