Siti Noordjanah: "Aisyiyah Harus Tetap Cepat dan Tanggap akan Masalah Keummatan"

05 Agustus 2017 20:37 WIB | dibaca 807

JAKARTA - “Berfikir Kritis dan sensitive,tegas dalam bersikap, tetap berdiri di tengah-tengah Ummat, dalam realitas Isu kebangsaan dan Ke Ummatan saat ini,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Siti Noordjannah pada pengantar diskusi pada Rapat Pleno/Rapat Koordinasi Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Oleh Djohantini.  Rapat Koordinasi / Pleno memiliki kurun waktu pertiga bulanan berlangsung di ruang rapat Ki Bagus Hadi Kusumo, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta(3/7), yang diikuti oleh seluruh Pimpinan Majelis tingkat pusat yang berada di Jakarta beserta Badan Pembantu Pimpinan ( BPP-PA )

Dalam pengantar diskusi Masyithoh Chusnan selaku ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, mengungkapkan bahwa pada rapat koordinasi kali ini sebagai proses perjalanan organisasi dengan semua persoalan internal maupun eksternal kebangsaan dan ke-Ummatan yang sedang dan bergulir sejalan dengan perkembangan zaman dan  peradaban ummat di abad ke-2 langkah ‘Aisyiyah.  ‘Aisyiyah lahir dan berkembang ditengah-tengah perjalanan ummat dan Bangsa ini yang selalu berdinamika dalam proses kehidupannya dan disitulah peran ‘Aisyiyah dalam menyeimbangkan dan mengadakan perubahan dengan pencerahan ummat yang berkemajuan.

Sementara itu, Noordjanah menegaskan bahwa dalam Perjuangan dan Semangat ber- ‘Aisyiyah, sebagai Pimpinan dan bagian dari pembuat sejarah perjalanan dan perjuangan ‘Aisyiyah agar selalu melihat  perkembangan  ummat saat ini, maka haruslah bertekad dalam komitmen dengan  meng-infakan diri, tenaga dan fikiran kita dalam perjuangan ‘Aisyiyah untuk Ummat dalam memajukan martabat Bangsa, semangat tersebut tidak boleh turun dan harus terus di pelihara terutama dalam kondisi Bangsa Indonesia saat ini, yang tidak bisa ter elakkan dengan riuhnya realitas politik kebangsaan yang terjadi saat ini terutama kondisi isu keberagaman berbangsa yang ber-bhineka  dan kemajemukan  dalam beragama.

“Sementara Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah sudah besar dan harus tetap besar dalam perjalanannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan ini tantangan berat buat kita di dalam Ber Muhammadiyah dan ber- ‘Aisyiyah  karena realita kondisi ummat saat ini, menunggu dan bersandar pada Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dalam bersikap terhadap dinamika  ini, kita tetap berdiri di tengah-tengah ummat dengan tidak memihak pada salah satu pihak, dan kita tetap bertindak sesuai dengan karakteristik Muhammadiyah – ‘Aisyiyah  tidak bisa di beli atau dijual dalam kondisi politik kebangsaan ini, namun tetap berkerja untuk bangsa dan ummat  tanpa banyak bicara,” tutur Noordjanah.

Selanjutnya, Noordjanah juga menyampaikan perihal bahwa pimpinan haruslah bergerak cepat tanggap pada isu-isu yang berkembang, dan merespon kondisi ummat secara terstruktur, dan berwibawa dalam merespon setiap kejadian dalam kehidupan berbangsa. Harus punya jiwa sensitive dan reaktif yang cerdas.

“seperti contoh  kasus  lagu tepuk Anak Sholih,dimana ada oknum yang mencoba mengadukan dan membenturkan Muhammadiyah/‘Aisyiyah dalam kehidupan kerukunan ummat beragama, itu contoh kecil, dalam hal kehidupan kita bernegara dan ber-‘Aisyiyah, harus ada respon dan  kita tidak bisa menunggu atau berfikir secara sempit, namun harus berfikir yang cerdas dan kritis serta  tegas dalam bersikap,” lanjut Noordjanah.

Noodjanah mengungkapkan bahwa rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk mereview dan mengevaluasi capaian program-program dan   yang belum terselesaikan atau belum terrealiasasi, dan perencanaan program prioritas dan unggulan    sesuai amanat dari Tanwir Makasar Tahun laludansemua program –program serta sinergisitasnya antar Majelis dan Lembaga dan pimpinan Pusat Sebagai media koordinasi setiap program antar Majelis ini, sehingga kedepannya  agenda-agenda program tersebut akan dibawa ke tanwir yang akan datang. (Suhendra/Karima)