Sinergisitas Aisiyah-Pemerintah, Berdayakan Masyarakat Miskin dan Pesisir

20 Oktober 2012 18:09 WIB | dibaca 785

 

Kebijakan dan Strategi Pemerintah di bidang Kelautan dan Perikanan serta Pengembangan Kerjasama dengan ‘Aisyiyah menjadi tema besar dalam sidang Pleno IV Tanwir Aisyiyah 19 – 21 oktober 2012 di Stikes 'Aisyiyah Yogyakarta.

Pada kesempatan kalin ini Dr. Sudirman Saad, Dirjen Kelautan dan pesisir pulau-pulau kecil, Kementrian Kelautan dan Perikanan menyampaikan, “ibu-ibu 'Aisyiyah diharapkan ikut prihatin pada masyarakat pesisir yang memiliki tingkat perekonomian rendah, dari 10.639 desa pesisir, 2,2 juta jiwa penduduknya memiliki perekonomian yang sangat miskin. Padahal, kenyataanya negeri kita sangat kaya akan hasil kelautannya. Bahwa 5,8 juta m3 luas laut wilayah Indonesia memiliki kekayaan bahari yang melimpah.”

Dalam pleno IV yang juga dihadiri oleh Mujib, Staf menteri kelautan dan perikanan dan Dr. Ahmad Purnomo, Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian dan Kelautan, Sudirman Saad memaparkan 4 (empat) strategi dan program pemerintah dalam bidang kelautan yakni, pengembangan Usaha mina pedesaan, Peningkatan Kehidupan Nelayan (PKN), Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) dan Pemberdayaan Desa Pesisir Tangguh. Diharapkan dengan strategi dan program pemerintah ini, 'Aisiyah dapat bersinergi dengan pemerintah untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai yakni memberdayakan masyarakat miskin dan pesisir melalui program-program 'Aisyah diantaranya seperti Bina Usaha Ekonomi Keluarga (BUEKA), Keaksaran Fungsional, dan Pendirian Institusi-institusi Pendidikan di daerah transmigran.