Sinergi Peran Perempuan Untuk Pelestarian Lingkungan Hidup Bersih

08 Juli 2019 11:06 WIB | dibaca 186

Karanganyar -- Muhammadiyah mencoba mensinergikan peran perempuan Muhammadiyah dalam menanggulangi bencana melalui pelestarian lingkungan hidup bersih. Penumbuhan peran perempuan Muhammadiyah diadakan melalui workshop bertemakan “Pelestarian Lingkungan Hidup dan Siap untuk Selamat” pada Sabtu (5/7).

Hadir sebagai pemateri, Agung selaku Ketua Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah dan Rahmawati Husein selaku Wakil Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Workshop ini bertujuan untuk mempersiapkan diri para perempuan dalam menanggulangi bencana dan mampu terlibat saat tanggap bencana.

“Perempuan menjadi terdampak utama sekaligus komponen atau elemen kapasitas yang luar biasa untuk mengurangi resiko bencana dan juga menyelamatkan lingkungan serta melakukan penanganan bencana secara umum” tutur Rahmawati Husein.

Sehingga menurutnya, peran perempuan ‘Aisyiyah diharapkan dapat memahami pentingnya pengelolaan lingkungan.

“Penyelamatan lingkungan bisa mengurangi resiko bencana, karena bencana di indonesia 80% berkaitan dengan bencana hidromitologis yaitu berkaitan dengan iklim seperti hujan, longsor dan ini bisa diupayakan melalui konservasi lingkungan kemudian pengelolaan tata guna lahan yang benar kemudian juga pembersihan sampah, dan kesiapsiagaan terhadap bencana-bencana tersebut,” jelasnya.

Dalam mewujudkan pelestarian lingkungan hidup yang bersih, DLHK membuat beberapa program yang telah dijalankan. Program tersebut diantaranya, memberikan berbagai macam solusi mengatasi segala macam permasalahan lingkungan, memberikan himbauan terkait pembuangan sampah dan peduli lingkungan, memberikan bantuan bibit tanaman, gerobak sampah, composter dan mesin pengolah sampah. Bantuan fisik seperti bank sampah dan peralatannya, TPS3R dan TPS3T.

Sumber: muhammadiyah.or.id