Sidang Tanwir II, 100 Tahun Kiprah 'Aisyiyah di Masyarakat

02 Juni 2014 10:02 WIB | dibaca 804

 

Tepat memasuki usia 100 tahun, ’Aisyiyah kembali menghelat sidang evaluasi amanat keputusan Tanwir I yang dilaksanakan Oktober 2013 lalu di Yogyakarta dalam sidang Tanwir II. Tanwir II ini akan dihelat di STIKES ’Aisyiyah Surakarta dari tanggal 6 – 8 Juni 2014 mendatang. Dengan mengangkat tema “Penguatan Gerakan Dakwah Pemberdayaan Untuk Pencerahan Masyarakat”, ’Aisyiyah memfokuskan sidang Tanwir II untuk membuat strategi percepatan pelaksanaan program di berbagai wilayah dan majelis sesuai keputusan Muktamar ke-46.

Semangat yang dibawa dalam Tanwir II ini tetap pada gerakan praksis sosial al-Ma’un yang diintegrasikan dalam berbagai program kerja. Praksis sosial al-Ma’un di sini adalah dengan memberikan pelayanan kepada kaum dlu’afâ’ mustadlafîn. Yaitu kelompok masyarakat yang lemah dan terpinggirkan khususnya para perempuan dan anak-anak, agar mereka dapat dilepaskan dari lilitan kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan menuju kehidupan yang baik (hayâtan thayyibah) serta bahagia di dunia dan akherat. Selain melanjutkan amanat keputusan Tanwir I, Tanwir II fokus pada evaluasi hambatan dan menentukan strategi untuk percepatan pelaksanaan program sebelum Muktamar ke-47 yang akan dihelat bersamaan dengan Muhammadiyah di Makassar 2015 mendatang.

Sidang Tanwir II ini akan dibuka di Batari (06/06) oleh Pimpinan Pusat ’Aisyiyah, Noordjannah Djohantini dan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsusin. Panitia menyebarkan lebih dari 5000 undangan untuk menghadiri pembukaan tersebut. Diantara tamu yang diundang adalah pemerintah, organisasi perempuan, mitra program, awak media, dan Pimpinan Daerah ’Aisyiyah Eks Karesidenan Surakarta.