Serba-Serbi Tanwir 'Aisyiyah : Seni Karawitan, Hiasi Sidang Tanwir 'Aisiyah

19 Oktober 2012 17:59 WIB | dibaca 777

Sejak pukul enam pagi, Ibu Suryani dan Bapak Suharno sudah siap berangkat menghadiri pembukaan sidang tanwir dan peresmian kampus terpadu Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta.

Ibu Suryani dan Pak Suharno bukanlah peserta tanwir. Terlihat dari penampilan keduanya yang sangat berbeda dengan penampilan peserta maupun panitia Sidang Tanwir lainnya. Ibu Suryani tidak berseragam batik hijau Aisiyah, tidak berkerudung dan tidak pula berkain jarit panjang seperti ibu-ibu peserta Sidang lainnya. Begitu pula Pak Suharno, tidak memakai seragam putih biru dongker berjas dan tidak berco-card seperti panitia lainnya. Tapi justru, penampilan yang beda dan unik inilah yang membuat Ibu Suryani terlihat sangat menarik dengan kebaya biru lengkap dengan sanggulnya dan pak Suharno yang juga menganakan pakaian adat jawa berwarna biru di tengah meriahnya perhelatan Sidang Tanwir ‘Aisiyah kali ini.

Apalagi ketika keduanya mulai menunjukkan kebolehan mereka, yakni seni budaya jawa karawitan. Pak Suharno terlihat sangat lihai memetik sitter mengiringi alunan lagu jawa yang ditembangkan oleh Ibu Suryani. Keduanya terlihat sangat kompak dan apik sebagai pasangan duet seni karawitan.

Mereka tidak pernah bosan menggeluti seni karawitan yang sekarang mulai ditinggalkan banyak orang, berganti dengan musik dan budaya populer. “Kalau menggeluti dunia seni ini selalu merasa banyak teman, banyak keluarga dan bisa menghibur banyak orang. Kalau kita kemana-mana selalu dapat tempat untuk berbagi karena merasa sama-sama memiliki ketertarikan di dunia tersebut. Seperti pagi ini, kami juga merasa senang, bisa ikut menghibur seluruh peserta sidang tanwir disini.” tambah Suharno, disela-sela pameran batik nusantara pagi ini. (19/10)