Seminar Perlindungan Perempuan dan Anak PDA Tuban Bukan Hanya Sosialisasi, Tetapi Lebih Penting Penerapannya

31 Desember 2018 10:46 WIB | dibaca 216

'Wujud kepedulian 'Aisyiyah terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang marak terjadi di masyarakat salah satunya diwujudkan melalui Seminar Sehari Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang diadakan oleh Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Tuban di Aula SMK Pelayaran Muhammadiyah Tuban, Ahad (30/12). Seminar tersebut merupakan kegiatan sinergi antara Majelis Hukum dan HAM dengan Majelis Kesejahteraan Sosial.

Sridayati selaku ketua panitia mengatakan bahwa, 'Aisyiyah sebagai organisasi yang sangat peduli terhadap keselamatan umat sudah membentuk balai kesejahteraan sosial yang disingkat dengan BAKESOS.

“BAKESOS ini merupakan pelayanan masyarakat di bidang kesejahteraan sosial dengan tujuan memberikan pelayanan kepada keluarga miskin, anak yatim, yatim piatu, korban bencana serta penyandang masaalah sosial lainnya" katanya.

Sridayati menambahkan tujuan dari seminar tersebut agar peserta seminar bisa mengetahui upaya-upaya hukum terhadap korban KDRT dan pemberdayaan kaum perempuan serta perlindungan terhadap anak sehingga dapat disosialisasikan di tempat tinggalnyanya masing-masing.

“Diharapkan peserta mengetahui program-program BAKESOS dan dapat mendukung program ini dengan cara mensosialisasikan di tempatnya masing-masing" ucap Sridayati.

Peserta yang mengikuti seminar tersebut adalah perwakilan dari masing-masing Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Tuban dengan mendelagasikan 5 orang, kecuali Cabang Palang yang mendelegasikan 35 orang hal tersebut dikrenakan Palang merupakan Cabang yang paling banyak ranting dan anggotanya.

“Prediksi kami tadinya peserta hanya 75 orang, namun karena di Kabupaten Tuban ini ada salah satu Cabang yang dikatakan Cabang berasa Daerah yaitu PCA Palang, dijatah 5 orang, tetapi menghadirkan 35 orang, jadi jumlah keselurhan peserta menjadi 110" papar Sridayati.

Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Tuban, Hj. Neffi Mudholifati menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua Pimpinan Cabang Aisyiyah yang telah mendukung seminar tersebut.

“Terimakasih banyak atas antusiasme ibu-ibu pengurus cabang se Kabupaten Tuban, hal ini perlu kita apresisasi bersama. Dari ujung barat, timur, utara dan selatan semuanya ada 15 cabang ikut aktif, tanpa panjenengan berpartisipasi, acara seminar ini tidak akan berjalan.”Ucap Perempuan yang akrab disapa Bu. Neffi

Dia juga mengatakan bahwa yang diperlukan dalam seminar tersebut selain sosialisasi adalah ketika sudah mengetahui peran Aisyiyah dalam menghadapi permasaalahan yang ada di masyarakat, baik itu kekerasan terhadap perempuan maupun anak, terlebih dahulu menerapkan dalam kehidupan keluarganya masing-masing.

“Bagaimana agar kita bisa menerapkan pada diri kita, keluarga lalu ke masyarakat di sekitar kita" pungkasnya.

Ketua PDA mengingatkan agar, ketika ada masyarakat yang mengalami kasus kekerasan yang membutuhkan pendampingan hukum, hendaknya harus mengetahui fungsinya masing-masing, harus memperhatikan rambu-rambu yang berlaku.

“Bukan berarti ketika kita menjadi paralegal, kita dengan seenaknya saja walaupun dengan niatan membantu msyarakat agar terpenuhi hak-hak hukumnya, kita tetap harus mematuhi rambu-rambu yang berlaku" tegasnya.

Karena itu, dia menegaskan lagi agar 'Aisyiyah harus berhati-hati dalam bertindak, karena dengan modal niat yang baik tetapi tidak berhati-hati, maka bukan menyelesaikan masalah justru dapat menambah masaalah.

“Kalau kita tidak hati-hati bertindak, justru kita yang terjerat hukum, oleh karena itu betul-betul harus difahami agar masalah teratasi tanpa kita terjerat hukum.” Imbuhnya

 

Sumber: tuban.aisyiyah.or.id (Iwan Abdul Gani)