Sekolah Muhammadiyah di Negeri Kanguru

13 Maret 2017 12:46 WIB | dibaca 644

Semangat internasionalisasi ditubuh Muhammadiyah kembali ditunjukkan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang akan mengembangkan pendidikan di Australia atau yang dikenal dengan Negeri Kanguru. Saat ini Muhammadiyah sedang mempersiapkan tanah untuk pendirian sekolah Muhammadiyah di Melbourne, Australia.

Dijelaskan Bendahara Umum PP Muhammadiyah Suyatno, Muhammadiyah memiliki Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muhammadiyah di Melbourne, Australia yang cukup aktif. PP Muhammadiyah dan PCI Muhammadiyah di sana berencana mengembangkan pendidikan di Australia.

“Saat ini pihak Muhammadiyah sedang melakukan negosiasi. Nanti, kita akan membuat sekolah pendidikan Islam yang ada di Australia, pendidikan dasar sampai menengah,” terang Suyatno, Sabtu (11/3)

Rektor UM Prof. Hamka tersebut juga menyampaikan, di Australia sudah disiapkan tanah sekitar seluas 7 hektare yang bisa dikembangkan. Muhammadiyah sedang menjajaki, apakah tanah di Australia tersebut bisa menjadi milik Muhammadiyah. Seperti orang asing membeli tanah di Indonesia.

"Kalau kita bisa menguasai tanah di situ dengan cara membeli, mungkin kita akan membeli," ujarnya. 

Ia menerangkan, jika sekolah Muhammadiyah sudah jadi di Melbourne pelajarnya bisa dari semua kalangan. Artinya, tidak hanya pelajar dari Indonesia dan tidak hanya pelajar Muslim saja yang bisa belajar di sekolah Muhammadiyah. Sehingga, nanti Muhammadiyah bisa membangun komunitas pendidikan Muhammadiyah di Melbourne, Australia. 

Menurut PCI Muhammadiyah di Australia, tanah di Melbourne yang akan dibangun sekolah Muhammadiyah bisa dibeli dan lokasinya cukup bagus. Di tanah tersebut katanya sudah ada bangunan yang bisa digunakan untuk sekolah. Tapi nanti Muhammadiyah akan melakukan perluasan.

Dikatakan dia, pemerintah setempat juga sudah tahu Muhammadiyah akan mendirikan sekolah di sana. Responnya juga cukup bagus. Berdasarkan informasi, PCI Muhammadiyah di Australia sudah mengumpulkan dana untuk sekolah Muhammadiyah di sana, kira-kira sudah terkumpul dana sebesar Rp 15 miliar.