Sejarah Pertama Sidang Daring Tanwir Muhammadiyah

17 Juli 2020 15:54 WIB | dibaca 161

Yogyakarta -- Pandemi Coronavirus 2019 atau yang dikenal dengan Covid-19, menyebar secara global pada bulan Februari 2020. Negara-negara di benua Asia, Eropa, Amerika dan Afrika serta Australia, baik negara maju dan berkembang, tidak mampu menghindar dari dampak sistemik wabah yang pertama kali diduga berasal dari Wuhan tersebut. Indonesia hingga hari ini masih merupakan negara di Asia Tenggara dengan jumlah kasus terinfeksi Covid-19 yang signifikan.Secara keseluruhan, penyebaran virus dan dampak sistemik lainnya belum terkendali dan tertangani dengan memadai. Muhammadiyah sejak awal berkomitmen untuk turut serta mengerahkan seluruh sumber daya, tenaga dan kapasitasnya untuk membantu dampak sistemik Covid-19, baik di bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan, sosial dan ekonomi yang ditimbulkan. Tanggal 5 Maret 2020, Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil langkah cepat dengan mempersiapkan rumah sakit dan tenaga voluntir, terutama di Jawa, Sumatera dan Kalimantan, bersiap menghadapi gelombang krisis kesehatan yang tidak pernah diprediksi sebelumnya tersebut.

Komitmen dan solidaritas Muhammadiyah membantu mengatasi pandemi Covid-19 ini tentu saja tidak mudah. Selain mengerahkan banyak sumber daya dan tenaga, Muhammadiyah juga turut terdampak secara organisatoris. Terutama Muhammadiyah seharusnya pada bulan Juli 2020, menyelenggarakan perhelatan lima tahunan penting bagi organisasi yang didirikan KH. Ahmad Dahlan ini pada tahun 1912, yakni Muktamar. Forum terbesar dan tertinggi dalam Muhammadiyah tersebut harus ditunda sebagai konsekuensi dan solidaritas atas bencana yang menimpa seluruh warga persyarikatan, warga bangsa dan misi kemanusiaan Muhammadiyah. Pada waktu itu Muhammadiyah tertantang untuk berani mengambil sikap menunda pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke 48 yang direncanakan akan diselenggarakan di Solo. Karena pandemi Covid-19 belum mereda, maka berdasarkan rapat pleno diperluas Muktamar diundur pada akhir Desember 2020. Prediksi yang kiranya diperkirakan pandemi sudah mereda dan aman dilaksanakan berbagai kegiatan masyarakat dalam skala besar terus meleset dan bergerak dinamis, maka pada kesempatan kali ini Muhammadiyah akan menyelenggarakan Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah di tengah pandemi covid-19.

Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah ini sangat istimewa dan pertama kali dilakukan dalam sejarah Muhammadiyah yakni, Tanwir yang diselenggarakan secara online (daring).  Tanwir daring pun menjadi bagian dari ijtihad abad kedua. Ijtihad ini penting di tengah bencana kemanusiaan yang masih melanda. Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan bertemu dalam ruang digital, tanpa mengurangi makna esensial.

Tanwir kali ini melibatkan seluruh pengurus Muhammadiyah dari sabang sampai merauke, pengurus Aisyiyah se-Indonesia, Pengurus ortom tingkat pusat dan segenap Pengelola amal Usaha di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Tidak lupa Tanwir akan diikuti oleh pengurus Muhammadiyah-Aisyiyyah yang ada di luar negeri yang tergabung dalam Pimpinan cabang Istimewa Muhammadiyah Aisyiyah (PCIM-PCIA) yang secara total akan diikuti oleh 1000 peserta sidang tanwir Muhammadiyah-aisyiyah.

Tanwir  diselengarakan satu hari pada hari minggu 19 Juli 2020 dengan Tema: Hadapi Covid-19 dan Dampaknya: Beri Solusi Untuk Negeri. Melalui Tanwir kali ini, Muhammadiyah tetap berkomitmen dan terdepan dalam proses solusi dan memberi untuk negeri. Muhamamdiyah sadar pemerintah perlu dibantu dalam mengurai masalah Covid-19. Muhammadiyah sebagai bagian dari bangsa berkomitmen untuk membantu bangsa dan negara, serta menyelamatkan kemanusiaan.

Agenda sidang Tanwir kali ini diantaranya adalah Laporan PP Muhammadiyah setelah Tanwir Bengkulu 2019, Pembahasan pengunduran waktu penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Solo dan agenda Mendesak bangsa di tengah situasi pandemi covid-19 dan tawaran solusi Muhammadiyah untuk negeri. Semua agenda ini diawali dengan pidato iftitah  amanat Tanwir oleh ketua umum Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Proses pelaksanaan dan pegendalian sidang Tanwir online akan dikelola oleh Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cikditiro 23 Yogyakarta. Peserta Tanwir akan berkumpul di titik-titik pelaksanaan video conference. Bagi Pimpinan pusat Muhammadiyah yang ada di Yogyakarta akan dilakukan di PSDM yang menjadi pusat kendali pelaksanaan Tanwir, Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jakarta akan dilakukan di kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya, Pimpinan Pusat Aisyiyah di kantor Pimpinan Pusat Aisyiyah di Jalan Ahmad Dahlan Yogyakarta. Sedangkan peserta Tanwir dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah akan dilakukan di kantor wilayah masing-masing. Selebihnya peserta akan mengikuti sidang Tanwir di lokasi masing-masing baik di amal usaha maupun dimanapun mereka berada.

Sumber: muhammadiyah.or.id