Sampah Jadi Menarik dan Populis Oleh Tangan Terampil Ibu-Ibu 'Aisyiyah

14 September 2020 11:11 WIB | dibaca 33

Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) bersama The Asia Foundation (TAF) memprakarsai program keluarga lenting dalam upaya mempertahankan keluarga untuk selalu sehat, lingkungan sehat, save life, sharing dalam bertahan di tengah pandemik Covid-19.

LLHPB Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Bali yang telah menerima MoU program melaksanakan sosialisasi dan mentransfer program kebertahanan dalam keluarga yang dikemas dengan kegiatan bertajuk Program Keluarga Lenting, serta Bermanfaat bagi Kesejahteraan Umat. Lokasi program yang akan dilaksanakan oleh LLHPB PWA Bali adalah di 9 kabupaten, yaitu Badung, Denpasar Kota, Buleleng, Jembrana, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Klungkung.

Salah satu kabupaten bagian utara Pulau Bali adalah Buleleng dengan ibukota Singaraja, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Buleleng mendapat bantuan alat komposter dari LLHPB PWA Bali. Pada tanggal (15/8) LLHPB PWA Bali menyerahkan komposter dan bibit tanaman pekarangan kepada PDA Buleleng, pukul 10.00 WITA sampai selesai, bertempat di TK ‘Aisyiyah Singaraja, Jalan Merak nomor 21 Singaraja. Setelah penyerahan komposter, Tim LLHBP PWA Bali mensosialisasikan penggunaan komposter, cara tanam bibit pekarangan, dan bertahan pada masa pandemi dalam kebertahanan keluarga

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PD Muhammadiyah Buleleng, Ketua Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Buleleng, Ketua PDA Buleleng, dan ibu-ibu 'Aisyiyah Buleleng.

Ketua PDA Buleleng Dra. Hj. Supartini, menerima benih dan komposter didampingi Ketua PDM Buleleng, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Buleleng dan Ketua MCCC Buleleng. Para Peserta memahami cara menggunakan komposter dan beberapa peserta sudah membuat komposter dengan cara yang lebih sederhana.

Sambutan ketua PDM Buleleng Muhammad Ali Susanto S.Pd., M.Pd sangat menarik, beliau menyampaikan bahwa sampah yang diolah akan menjadi menarik.

“Sampah itu tidak menarik, tidak ada yang melirik, tidak populis, namun ibu-ibu ‘Aisyiyah peduli dengan pengelolaan sampah sehingga membuat sampah menarik, populis, dan mempunyai nilai ekonomis,” ujarnya.

Masyarakat Buleleng siap menghadapi pandemi dengan gerakan ketahanan pangan keluarga dengan cara menanam tanaman pangan dengan kompos dari pengolahan sampah organik. Masyarakat Bulelelng telah mengaplikasikan program 3R, dengan memilah sampah mulai dari rumah sebagai tindak lanjut program LLHPB PWA Bali di PDA Buleleng.

Sumber: llhpb.aisyiyah.or.id