Sambut Milad 108 Muhammadiyah, Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri

16 November 2020 16:32 WIB | dibaca 210

YOGYAKARTA – “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri” adalah tema yang diusung oleh Muhammadiyah untuk memperingati Milad yang ke-108 dalam hitungan tahun Masehi. Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Senin (16/11), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa ada tiga aspek yang menjadi perhatian Muhammadiyah dengan tema yang diangkat yakni meneguhkan gerakan keagamaan, bagaimana Muhammadiyah menghadapi pandemi Covid-19, serta terkait permasalahan negeri.

Menurut Haedar, tema yang diangkat adalah untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang serta pada saat yang sama Muhammadiyah juga senantiasa memberi solusi terhadap masalah negeri, termasuk di era pandemi ini.

Dengan kata lain, di masa pandemi yang sarat beban ini, Muhammadiyah berazam akan terus memancarkan semangat untuk terus berbuat. Pada kenyataanya, semenjak massa awal wabah Covid-19 menyapa negeri ini, Muhammadiyah telah berbuat yang terbaik dan maksimal. Baik dalam aspek ibadah dan keagamaan maupun masalah sosial dan kesehatan bahkan yang menyangkut aspek ekonomi.

Linear dengan itu, Muhammadiyah juga sadar bahwa masalah-masalah negeri, masalah-masalah kebangsaan baik politik, ekonomi, maupun budaya dan keagamaan yang dihadapi bangsa ini juga sangat kompleks, sehingga tidak mungkin bisa diselesaikan oleh satu pihak.

Untuk itu, lewat tema milad ini Muhammadiyah mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa termasuk pemerintah, lembaga-lembaga politik dan kenegaraan, untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang kompleks ini dengan seluruh kekuatan yang kita miliki dengan kebersamaan dengan persatuan dan semangat mencari solusi.

“Muhammadiyah diusia 108 tahun ini tentu akan semakin ditantang berbagai masalah-masalah yang besar, tetapi kami yakin dengan pandangan keagamaannya yang kokoh, dengan sistemnya yang kuat, dengan sumber daya manusianya yang mumpuni dan kerjasama dengan seluruh pihak in sya’allah Muhammadiyah akan mampu dan memberi kontribusi bagaimana menghadapi pandemi dan menyelesaikan masalah negeri dengan spirit dakwah dan tajdid,” jelas Haedar.

Sehingga, lanjut Haedar, gerakan Islam Muhammadiyah akan selalu hadir menjadi gerakan yang bertumpu di atas semangat menjadi syuhada’a alannas, menjadi saksi sejarah yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil-‘alamin.

Resepsi Milad Muhammadiyah ke 108 tahun akan digelar secara virtual di tiga titik, yakni di Yogyakarta dari Kantor PP Muhammadiyah, dari Masjid At-Tanwir Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat, dan dari Gedung Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang merupakan lokasi Muktamar Muhammadiyah yang akan datang.

Selain itu, acara ini juga akan menampilkan paduan suara dari 8 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) secara online dengan dipandu Indah Nevertari yang merupakan juara ajang pencarian bakat X-Factor, menampilkan puisi oleh Taufiq Ismail, dan juga Muhammadiyah akan memberikan apresiasi kepada para pejuang Covid-19.

Mari kita semarakkan dan kita syiarkan Milad Muhammadiyah ke-108 dengan segala ikhtiar yang bisa kita lakukan bersama-sama. Diera pandemi kita tidak boleh kehilangan semangat dan kehilangan peluang untuk terus beraktifitas menggerakan Persyarikatan Muhammadiyah sehingga gerakan ini selalu memberi solusi untuk negeri memberi kontribusi menyelesaikan masalah negeri dan akhirnya membawa umat dan bangsa semakin berkemajuan.