Sambut Milad 100 tahun TK ABA, PDA Sukoharjo Ikut Siapkan Handprint Murid TK ABA

01 Agustus 2019 14:32 WIB | dibaca 105

Sukoharjo – Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah selenggarakan kegiatan-kegiatan menggembirakan untuk menyambut Milad 100 tahun TK ABA yang jatuh pada (21/8). Salah satunya dari PDA Sukoharjo.

PDA Sukoharjo sukses menggelar kegiatan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 sekaligus peringatan jelang Milad 100 tahun TK ABA di Alun-alun Sukoharjo pada (23/7) lalu. Acara yang dihadiri 16.000 peserta dari wali murid dan murid TK ABA tersebut berlangsung meriah dengan penampilan yang dibawakan oleh murid TK ABA se-Sukoharjo. Salah satu yang menarik perhatian adalah kain bercap tangan warna-warni. Menurut Ketua Majelis Pendidikan PWA  Jateng, Nur Aini, kain tersebut nantinya dikumpulkan dan kemudian dibentangkan saat puncak acara peringatan Milad 100 tahun TK ABA di Jateng.

“Di Jateng selalu membuat hasil karya untuk memperingati milad TK ABA. Untuk tahun ini ada kegiatan handprint (cap tangan) anak. Setelah semua sekolah sudah melakukannya, nanti dikumpulkan dan dibentangkan saat expo pendidikan di puncak acara Oktober mendatang,” ungkap Nur Aini.

Aini menambahkan informasi bahwa puncak acara Milad 100 tahun TK ABA Jateng akan diselenggarakan pada (12-13/10) mendatang di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus).

Meresapi jelang usia satu abad TK ABA, Aini bersyukur atas perjalanan 100 tahun TK ABA dan berharap brand ‘Aisyiyah dengan materi Agama Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK)-nya dapat dipertajam ke lembaga PAUD hingga tingkat bawah. “Seperti yang disampaikan ibu Ketum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah, AIK adalah ruh dalam mengelola PAUD dan ini harus terus dikuatkan sehingga anak tamatan dari TK ABA memiliki standar yang sama secara Nasional karena pasti anak-anak memiliki standar spesifik seperti berperilaku, hafalannya, dan lain-lain,” jelas Aini.

Senada dengan hal tersebut, Umul Baroroh, Ketua PWA Jateng turut berharap PAUD yang terdiri dari TK, Kelompok Bermain, Penitipan Anak, dan lainnya tidak hanya kuat secara kuantitas tetapi juga secara kualitasnya yang perlu untuk terus ditingkatkan dan diperbarui serta peran Majelis Pendidikan baik tingkat cabang, daerah dan wilayah diperlukan untuk penguatan kelembagaan tersebut. (AAM)