RS Muhammadiyah Bantul Bersiap Tangani Pasien Terjangkit Corona

29 Februari 2020 14:47 WIB | dibaca 81

BANTUL -- Sabtu (29/2) sekitar pukul 09.30 wib, ada dua orang terdiri dari seorang perempuan muda yang sedang membopong seorang laki-laki paruh baya berlari menuju Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS PKU Muhammadiyah Bantul. Terlihat laki-laki paru bayah tersebut letih, sepertinya juga ada gejala influenza, dan tangannya terlihat tremor.

Kemudian dengan sigap, petugas medis dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap memberikan pertolongan pertama, lalu membaringkan pasien tersebut diatas Brancard/streatcher (dipan/alat bantu dorong pasien) dan bergegas didorong masuk ke dalam ruangan sterilisasi UGD RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Dokter yang menangani pasien tersebut menyebutkan dalam analisisnya bahwa, pasien mengalami gangguan pernafasan bawah, besar kemungkinan disebabkan virus covid-19 yang akrab disebut sebagai virus Corona. Virus yang saat ini menyeruak menjadi isu kesehatan internasional, bahkan pemerintah Indonesia melakukan pembatasan warganegaranya untuk pergi ke beberapa negara. Arab Saudi juga sampai menyetop pemberangkatan kaum muslim yang hendak melaksanakan ibadah umrah.

Ketika dimintai keterangan terkait kejadian di tempat kerjanya, dr Nurcholid Umam, Direktur Pelayanan Medik RS PKU Muhammadiyah Bantul menyebutkan bahwa, kejadian tersebut hanya simulasi yang dilakukan dokter dan perawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul jika nanti mereka mendapat luberan pasien terindikasi virus covid-19.

"Hari ini bekerjasama dengan Dinkes Bantul, Puskesmas di wilayah Bantul, BPBD dan teman-teman media mengadakan simulasi dan gladi penanganan pasien covid-19. Mengingat WHO sudah meningkatkan status penularan virus ini menjadi tertinggi. Sehingga kita harus waspada," tutur Nurcholid pada (29/2).

Saat ini, untuk wilayah Yogyakarta terkait dengan penanganan virus ini sudah menyediakan RS Sardjito dan Senopati sebagai rumah sakit rujukan. Namun tidak menutup kemungkinan, RS PKU Muhammadiyah Bantul juga akan mendapatkan jenis pasien yang mengidap virus tersebut. Maka, sudah menjadi kewajaran jika pihaknya mempersiapkan diri sejak awal untuk penanganan virus covid-19 yang saat ini belum ditemukan obatnya.

Meskipun demikian, dr Nurcholid menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengklaim bahwa tetangga, kanan-kiri atau bahkan keluarganya sedang terserang virus mematikan ini.

"Jangan panik, penyakit ini memang sementara belum ada obatnya. Sehingga yang dilakukan oleh masyarakat adalah berupa pencegahan,” tambahnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan untuk yang pertama selalu cuci tangan, kedua hindari pasien yang influenza, flu, batuk-pilek dengan sekitar dua meter. Serta bagi pasien yang mengalami keluhan tersebut diharapkan untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu. Tapi kalau ingin berobat ke Rumah Sakit, diharuskan untuk menggunakan masker. Ketiga, bagi rumah sakit untuk bisa membantu penanganan penyakit ini.

"Sehingga kalau ada masyarakat mendapati gejala tersebut bisa dirujuk, dengan gejala sesak nafas, dan pasien yang ada riwayat perjalanan dari luar negeri,” papar Nurcholid.

Dalam penanganan pasien dengan jenis penyakit infeksius, terlebih jenis virus yang bisa menular lewat udara dan percikan air ludah, RS PKU Muhammadiyah Bantul memiliki perlakuan khusus dengan mengaktifkan yellow code. Petugas penanganan dibekali dengan APD lengkap atau cover all, seperti masker N-95, kacamata visor, baju yang menutup dari ujung rambut sampai ujung kaki. Serta melakukan sterilisasi mulai dari ruang Isolasi di UGD sampai dengan Ruang Isolasi di Bangsal.

Budi Susanto sebagai direktur program gladi menambahkan bahwa, kegiatan ini sebagai ajang uji coba RS PKU Muhammadiyah Bantul dalam menghadapi kedaruratan keadaan yang disebabkan virus covid-19.

"Acara ini untuk menguji kesiapsiagaan RS PKU Muhammadiyah Bantul dalam menghadapi covid-19, meliputi SDM, sistem, sarpras, dan menguji koordinasi dengan stakeholder terkait,” tuturnya.

Kejadian darurat virus Corona yang saat ini menjadi isu internasional, Muhammadiyah baiknya turut ambil bagian dalam menanganinya. Menurutnya, dalam kesiapsiagaan penanganan bencana merupakan urusan bersama. Tidak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat dan termasuk NGO, seperti Muhammadiyah melalui AUM kesehatannya.

"Ini sebagai komitmen moral PKU sebagai AUM yang selalu menebar kebaikan, pertolongan kepada masyarakat untuk dampak kesehatan,” pungkasnya.

Ditemui secara terpisah, Direktur RS PKU Muhammadiyah Bantul, Widianto Danang Prabowo mengatakan bahwa, gladi ini untuk menjadi pembelajaran bersama tidak hanya bagi RS PKU Bantul, tapi juga kepada RS PKU Muhammadiyah se-Indonesia untuk melakukan kesiapsiagaan.

Sumber: muhammadiyah.or.id