Rias@ Corner, Wujud Pemberdayaan Perempuan oleh ‘Aisyiyah

10 Agustus 2018 13:17 WIB | dibaca 89

 

Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan (MEK) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA) menggelar Workshop Evaluasi Pelaksanaan Rias@ 2016-2017 dan Perencanaan Rias@ Corner 2018-2019 yang dilaksanakan di Aula lantai 2 kantor Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Yogyakarta (09/08). Workshop yang membahas mengenai evaluasi pelaksanaan Rias@ periode 2016-2017 dan rencana pelaksanaan Rias@ Corner 2018-2019 ini dihadiri perwakilan dari lima Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) antara lain PWA DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta beserta 17 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA).

Rias@ merupakan program MEK PPA dalam pemberdayaan perempuan di bidang rias yang bekerjasama dengan produsen kosmetik Wardah dan Lazismu, di mana kegiatan salah satu Corporate Social Responsibility (CSR) Wardah disalurkan kepada Lazismu. Kegiatan pemberdayaan ekonomi ini dilakukan dengan pelatihan pelaku usaha rias untuk perempuan usia produktif sebagai sasarannya. Pada tahun 2016, Program Rias@ dilakukan di 30 kabupaten/kota di seluruh Indonesia meliputi 11 wilayah yang di setiap daerahnya melatih 20 calon pelaku usaha di bidang rias. Total yang dilatih sebanyak 600 pelaku usaha di bidang rias untuk Program Rias@ tahun 2016-2017.

 

  

 

Dalam perkembangannya, ternyata kebutuhan rias tidak terlepas dari produk kosmetik itu sendiri. Peserta pelatihan Program Rias@ yang bekerjasama dengan salah satu produsen kosmetik halal juga menginginkan mereka dapat menjadi distributor dari produk kosmetik tersebut. Selanjutnya, MEK membuat Rias@ Corner di tahun 2018 sebagai program pengembangan dari Rias@ tahun 2016-2017.

“Peserta Rias@ Corner diharapkan tidak hanya mempunyai keahlian merias, tetapi juga bisa mempunyai usaha distribusi produk tata rias atau produk kecantikan. Peserta Rias@ Corner dibekali terlebih dulu dengan ilmu-ilmu kewirausahaan tentang bagaimana mereka menjadi seorang distributor produk-produk kosmetik atau produk-produk kecantikan. Pelatihan peserta Rias@ Corner inilah yang disebut sebagai konsep SWARIASA, SWA merupakan singkatan dari Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah RIASA sendiri berarti fokus pemberdayaan di bidang rias” ungkap Laras Windiyawati selaku ketua acara workshop.

Konsep SWARIASA akan membekali pelaku wirausaha dengan ilmu-ilmu bagaimana menjalankan usaha, ilmu dasar seperti marketing, pembukuan, dan sebagainya. Program Rias@ Corner sendiri menyasar 20 kabupaten/kota dengan daerah Jawa di 17 kabupaten kota, dan 3 kabupaten/kota di luar Jawa. Pada masing-masing daerah akan dilatih 5 pelaku usaha Rias@ corner, sehingga total pelaku usaha Rias@ corner sebanyak 100 peserta. Dari 100 pelaku usaha Rias@ ini, akan dilatih dengan konsep SWARIASA.

MEK PPA berharap ibu-ibu ‘Aisyiyah dan perempuan lainnya dapat mandiri secara ekonomi. “Dari hal itu kita berangkat dengan harapan bahwa ‘Aisyiyah bisa membantu warga ‘Aisyiyah ataupun masyarakat luas lainnya untuk dapat menjadi pelaku usaha di bidang rias yang lebih mumpuni dan tidak lepas dari kaidah-kaidah islam yang sudah ditentukan. Selain itu, ’Aisyiyah dapat menumbuhkan pelaku usaha dibidang rias untuk Rias@ Corner yang tidak hanya fokus pada tata rias tetapi kepada pelaku usaha rias, distributor dan sebagainya”, ujar Laras.

Selain itu, MEK PPA juga berharap program Rias@ Corner ini dapat diselenggarakan secara massif di 451 kabupaten/kota di Indonesia agar perempuan-perempuan muslim di Indonesia dapat menjadi perempuan-perempuan yang mandiri apapun bidang usahanya dan kehidupannya dapat lebih bermanfaat bagi diri, keluarga dan juga bagi agamanya.