Rayakan Milad ke 26 UNISA Gelar Seminar Bertajuk Inspirasi Kepemimpinan Perempuan untuk Indonesia Berkemajuan

20 September 2017 21:59 WIB | dibaca 351

Yogyakarta - Persoalan kepemimpinan perempuan sudah ada sejak dulu, dan seharusnya bukan menjadi masalah lagi bagi masyarakat, nyai walidah bersama kyai haji Ahmad Dahlan telah mencontohkannya dengan mendirikan organisasi 'Aisyiyah di tahun. Hal tersebeut diungkapkan Siyi Noordjanah Djohantini, Ketua Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah dalam pembukaan Seminar Nasional dalam rangka milad ked 26 Universitas 'Aisyiyah dengan tema "Inspirasi Kepemimpinan Perempuan untuk Indonesia Berkemajuan", di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (Selasa,19/9). Noordjanah mengungkapkan bahwa Islam Berkemajuan akan terwujud apabila laki-laki dan perempuan saling memuliakan.

Dalam seminar tersebut hadir beberapa narasumber Siti Zuhro, Peneliti Senior LIPI; Abdul Munir Mulkhan, Guru Besar UMS; Hetifah Sjaifudian, Anggota Komisi II DPR RI dan Nurhayati Subakat, Pemilik Wardah Kosmetik. 

Saat memulai paparannya Siti Zuhro mengungkapkan bahwa ketika perempuan  hadir di publik pasti meniscayakan dirinya. ia mengatakan yang penting bagi seorang pemimpin adalah karakter yang kuat sehingga akan mengeluarkan kharisma dimana bisa dihargai oleh masyarakat. "Pemimpin dan penguasa ialah dua hal yang berbeda, pemimpin mengayomi sedangkan penguasa berambisi,"ungkap Zuhro. 

Zuhro mengungkapkan bahwa sebelum terjun ke dunia politik sebaiknya calon politisi masuk ke organisasi masyarakat agar memiliki visi sosial yang tinggi dibandingkan ambisinya menjadi penguasa. Penting bagi seorang pilitisi memiliki pengalaman ber-ormas sehingga ia menjadi kader yang loyal. "'Aisyiyah jadilah organisasi yang menyemai kader berkualitas untuk menjadi pemimpin bangsa ini," harap Zuhro di akhir paparannya.

Selain itu, dalam key note speech nya Noor mengungkapkan bahwa Menurut nilai-nilai ajaran Islam memberikan kesempatan yang luas bagi perempuan untuk berkiprah dalam memajukan bangsa bersama kaum laki-laki. Nilai-nilai dasar tersebut mendorong seluruh aktivis ‘Aisyiyah untuk berkhidmat mencari ridho Allah SWT dalam menjadikan kehidupan ini lebih baik untuk bekal kehidupan di akhir zaman.

Seminar Nasional dibagi menjadi 2 sesi, 1st Plenary Session tentang Paradigma Kepemimpinan Perempuan untuk Indonesia Berkemajuan dan 2nd Plenary Session Kepemimpinan Inspiratif Perempuan di Ruang Publik. [Karima]