Ramadhan untuk Lipat Gandakan Amalan

18 Juni 2016 21:14 WIB | dibaca 1056

 

Yogyakarta, sesi dua Pengajian Ramadhan 1437 H yang diadakan pada Sabtu (18/6) di Kampus I Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta mengangkattopik  “Implementasi Spiritualitas dalam Dakwah Pencerahan Berbasis Komunitas”. Topik disampaikanolehDrs. H. Tafsir, M.Ag sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah dan Dra. Hj Siti ‘Aisyah, M.Ag sebagai anggota Majelis Tabligh dan Pembinaan Kader.

Siti ‘Aisyah menyampaikan bahwa ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan bagi masyarakat Islam. Setiap amalan baik akan dilipatgandakan ganjarannya. Menurutnya, setiap orang memiliki cara sendiri untuk menyambut ramadhan, bahkan sambutan pun marak disuarakan lewat media-media seperti televisi, radio dan koran. Namun, dari munculnya fenomena semarak penyambutan ramadhan tersebut, ada istilah beribadah instan.“Muncul beribadah instan, mereka yang melakukan hal tersebut berarti belum sepenuhnya paham apa arti dari spiritualitas”, ujar ‘Aisyah.

Tafsir menyampaikan terkait ramadhan akan membuat pelaku ibadah merasakan kepuasan dan kesenangan ketika beribadah.Spiritualitas juga memiliki peran untuk mengasah hidup agar umat Islam mengerti dan paham tentang arah hakikat kehidupan ini. Sedangkan Tafsir mengungkapkan bahwa panduan indikator keimanan tidak bisa serta merta diukur dengan teks, karena teks adalah suatu hal yang multitafsir, sehingga dapat menimbulkan perbedaan-perbedaan pemahaman. “Spiritualitas tidak bisa dibatasi oleh teks”, ujar Tafsir. [Nisa]