Rahmawati Husein Dampingi Menlu Hadiri Peresmian Kerjasama Pemberdayaan Perempuan Indonesia-Afghanistan

04 Maret 2020 11:13 WIB | dibaca 66

Afghanistan -- Kerjasama Afghanistan dan Indonesia dalam pemberdayaan kaum perempuan Afghanistan, Afghanistan-Indonesia Woman Solidarity Network (AIWSN) telah diresmikan paska penandatangan pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan kelompok Taliban tetntang penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat (LLHPB PP) 'Aisyiyah yang juga Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Rahmawati Husein mendampingi Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi ke Kabul, Afghanistan pada tanggal (29/2) hingga Rabu (3/3).

AIWSN sendiri beranggotakan enam orang tokoh perempuan Indonesia dan tujuh tokoh perempuan Afghanistan. Dalam kesempatan tersebut, Rahmawati bersama lima tokoh perempuan Indonesia lainnya mendiskusikan masalah pemberdayaan perempuan serta rencana aksi yang akan dilakukan paska dibentuknya jaringan kerjasama tersebut.

Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mendukung sepenuhnya upaya aksi pemberdayaan perempuan Afghanistan tersebut.

Rahmawati berharap, ulama Taliban dapat mengambil contoh ulama Indonesia dalam mengintepretasikan status dan kedudukan perempuan dalam Islam khususnya dibidang pendidikan dan keluarga berencana karena masih tingginya angka kelahiran yang menyebabkan tinggi pula angka kematian ibu (AKI) dan anak di Afghanistan.

“Di amaping itu tingkat buta huruf di Afghanistan juga termasuk yang paling tinggi di dunia. Diharapkan dalam pertemuan tersebut ada peta jalan untuk melakukan upaya riil dan bisa dijalankan di Afghanistan,” jelas Dosen Prodi Ilmu Pemerintahan UMY ini.

Rahmawati memberikan contoh pengalaman Muhammadiyah dan 'Aisyiyah dalam bidang pendidikan dan kesehatan kepemimpinan perempuan pada umumnya serta mengusulkan lima strategi implementasi melalui perubahan kebijakan atau aturan, identifikasi para pihak yang mendukung serta dapat menjalankan program di berbagai tingkatan, penyediaan anggaran baik dari pemerintah dan melalui keterlibatan masyarakat, pengorganisasian atau institusionalisasi program untuk menjamin keberlanjutan serta peningkatan kapasitas, baik kapasitas lembaga atau organisasi maupun kapasitas individu, sehingga program tidak lagi menjadi daftar keinginan tetapi dapat dan mudah dijalankan.

Terakhir Rahmawati juga menyampaikan perlunya penguatan organisasi perempuan Afghanistan dan penguatan jaringan organisasi masyarakat sipil untuk melakukan advokasi terus menerus menuju perubahan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Sumber: muhammadiyah.or.id