PWA Nusa Tenggara Timur Adakan Rakerwil dan Pelatihan SIA

14 Oktober 2016 00:27 WIB | dibaca 1027

Awal oktober lalu, Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Nusa Tenggara Timur melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) selama dua hari dengan tema "Membangun Bumi Floba Morata" yang membahan mengenai isu-isu partisipasi perempuan dan seputar kesehatan. Kemudian dilanjutkan dengan agenda penguatan kelembagaan yang membahas seputar manajemen organisasi dan kemampuan leadership di dalam ‘Aisyiyah.

Dalam kesempatan tersebut dimanfaat juga dengan mengadakan Pelatihan tentang Pengelolaan Sistem Informasi 'Aisyiyah(SIA) yang difasilitatori oleh Sekretaris PP 'Aisyiyah, Dr. Tri Hastuti Nur Rahimah, M. Si.  Pelatihan ini dilakukan mengingat susahnya mengumpulkan PWA Nusa Tenggara Timur dalam waktu bersamaan. ‘Aisyiyah melihat pentingnya pelatihan ini dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Namun hal paling besar yang menjadi kendala adalah tidak semua daerah memiliki akses internet yang memadai, sehingga ‘Aisyiyah sendiri tidak memaksakan daerah atau wilayah yang memang secara fasilitas tidak mampu melaksanakannya.

Agenda Rakerwil ini mengundang dan dihadiri oleh pemerintah setempat meliputi gubernur yang diwakili Ketua Badan Pemberdayaan Perempuan Dra. Bernadeta M. Usboko, M.Si, Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur H. Anwar Pua Geno, S.H., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur, serta pimpinan organisasi otonom (ortom) Muhammadiyah wilayah Nusa Tenggara Timur. Hal tersebut menunjukkan bahwa pimpinan ‘Aisyiyah di Nusa Tenggara Timur memiliki hubungan yang baik dengan pemerintahannya. Pemerintah pun mendukung penuh kegiatan positif yang menjadi program kerja dari ‘Aisyiyah itu sendiri.

Rakerwil yang membahas program kerja 5 tahun kedepan PWA Nusa Tenggara Timur mendiskusikan tentang perkembangan program ‘Aisyiyah dan amal usahanya. PWA Nusa Tenggara Timur mengelola amal usaha terutama dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Amal usaha dalam bidang pendidikan berupa Kelompok Belajar dan Taman Kanak-kanak yang telah berjumlah 50 sekolah. Memiliki poliklinik serta panti asuhan putra dan putri yang dikelola oleh Majelis Kesejahteraan Sosial. “Amal usaha yang dapat dikelola terus menerus tersebut menunujukkan perkembangan ‘Aisyiyah di sana. Juga ‘Aisyiyah memiliki kerjasama yang bagus dengan pemerintah, baik Eksekutif maupun Legislatif,” tutup Tri Hastuti. (NKA)