PWA DIY PEDULI PERLINDUNGAN ANAK

19 Agustus 2016 22:41 WIB | dibaca 1068

Maraknya kasus kekerasan yang melibatkan anak tidak bisa dibiarkan begitu saja. Untuk itu ‘Aisyiyah Wilayah DIY mengajak kepada seluruh kader dan anggota ‘Aisyiyah untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan kekerasan kepada anak. salah satu caranya dengan menciptakan suasana yang aman dan nyaman di lingkungan keluarga. Masalah itu dikemukakan oleh Ketua PWA DIY Hj. Zulaikhah pada acara pelatihan relawan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA) yang berlangsung di kampus I UAD.

Menurut Dr. Kasiyarno Rektor UAD persoalan yang harus dihadapi dunia pendidikan cukup kompleks, termasuk yang berkaitan dengan terjadinya kekerasan pada anak. Untuk itu, selain menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi anak baik di lingkungan sekolah maupun rumah. Alangkah baiknya jika gerakan cinta anak bisa ditumbuhkan dalam masyarakat. Dengan harapan agar kekerasan yang terjadi kepada anak-anak lebih ditekan. Tantangan terhadap pendidikan anak semakin kompleks, sampai saat ini masih ada guru yang mendidik belum sesuai dengan kompetensi, ujar Kasiyarno sekaligus membuka acara pelatihan relawan GACA.

Lebih lanjut Kasiyarno mengungkapkan selama ini orangtua lebih bangga jika anaknya bisa mengoperasikan gadget dibandingkan bermain lumpur dengan teman-temannya. Padahal tidak semua fasilitas yang ada di gadget baik untuk perkembangan anak, masih banyak orangtua yang belum menyadari akan hal itu.

Sementara itu Ketua MKS PWA DIY Hj. Triyani M terkait dengan pendidikan anak, PWA DIY mengadakan pelatihan relawan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak.  Harapannya ke depan supaya menjadi relawan di masing-masing daerahnya,  meningkatkan kesadaran dan kepedulian dalam penanganan kejahatan dan kekerasan terhadap anak, sekaligus dapat mengatasi hal itu dengan baik. Pelatihan relawan GACA tersebut berlangsung selama 2 hari yang diikuti oleh seluruh PDA dan PCA Daerah Istimewa Yogyakarta.

Triyani menjelaskan PWA DIY telah memiliki pusat parenting dengan membuka pelayanan konsultasi orangtua dan anak yang bermasalah. (FER)

Sumber : Suara 'Aisyiyah