Produk BSA Cirebon di Kowani Fair 2017

10 Juni 2017 22:36 WIB | dibaca 241

 

Usaha untuk memperluas jaringan dan pangsa pasar bagi produk perempuan dampingan di komunitas Bina Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) terus digiatkan oleh ‘Aisyiyah. Salah satunya seperti yang dilakukan tim program Maju Perempuan untuk Penanggulangan Kemiskinan (MAMPU) Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Cirebon dengan membawa produk-produk BSA ke KOWANI FAIR 2017 di Jakarta pada tanggal 1-4 Juni 2017.

Disampaikan oleh Sri Ratna Istiqomah selaku Koordinator Program MAMPU ‘Aisyiyah Cirebon keikutsertaan BSA dalam Kowani Fair 2017 berawal dari adanya MOU antara Pemerintah Cirebon dengan KPPA pada tahun 2016 untuk program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan industri rumahan yakni sebanyak 100 orang pelaku industri rumahan di desa Mertasinga dan desa Grogol kecamatan Gunung Jati. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pelaksana daerah yakni seluruh SKPD terkait dan tim pendamping. “Saya atas nama ‘Aisyiyah diminta untuk masuk dalam tim pendamping karena melihat konsistensi ‘Aisyiyah dalam melakukan pendampingan bagi pemberdayaan ekonomi perempuan,” ujar perempuan yang akrab disapa Iis ini.

 

Lebih lanjut kemudian dijelaskan oleh Iis kedepannya desa Mertasinga dan desa Grogol akan menjadi bagian dari BSA sebagai scallingup program MAMPU ‘Aisyiyah. Iis bersyukur beberapa produk BSA seperti udang krispy dan bandeng gepuk dari BSA Losari, Sumpia dan Pastel Balado dari BSA Krandon dan kain batik dari BUEKA Tengah Tani bisa ikut serta dalam Kowani Fair 2017. “Respon pengunjung atas produk BSA dampingan Cirebon sangat baik bahkan kami menerima pesanan dari Batam sebanyak 50 pak udang krispy,” tambah Iis.

Diakui oleh Iis kegiatan pameran produk ini salah satu yang dibutuhkan oleh produk-produk BSA dikarenakan saat ini PDA Cirebon sedang giat untuk memikirkan cara terbaik bagi pemasaran produk yang sudah bisa dihasilkan oleh BSA. “Kami terus memberikan motivasi untuk mengembangkan kreativitas para ibu dalam pengolahan produk terutama rasa dan kemasan,dan yang terpenting adalah untuk bisa menggiatkan berjejaring  maupun penjualan secara online karena keluhan utama para ibu adalah mengenai pemasaran.” Oleh karena itu Iis berharap juga selalu mencari jalan agar produk-produk BSA bisa lebih sering mengikuti kegiatan pameran produk seperti Kowani Fair ini. (Suri)