Prodi Ilmu Komunikasi UNISA Edukasi Siswa Perangi Kabar Hoax

04 September 2019 14:48 WIB | dibaca 89

TEMANGGUNG - Program studi komunikasi Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta wujudkan kontribusi nyata ke masyarakat dengan menyelenggarakan workshop Literasi Media Digital, Hidup Sehat Tanpa Hoax. Workshop ini bertujuan memberikan kontribusi ke masyarakat luas untuk bijak bermedia dengan selalu melakukan saring sebelum sharing.

Workshop perdana diselenggarakan di SMK Muhammadiyah 1 Temanggung dengan peserta lebih dari 100 siswa. Dalam paparannya, Wuri Rahmawati, kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Unisa, menjelaskan hoax merupakan berita yang berisi fakta sebenarnya namun telah dipelintir atau direkayasa.

Hoax dapat menimbulkan kekhawatiran, kecemasan, kepanikan, ketakutan dan bahkan permusuhan atau perpecahan dalam hubungan pertemanan maupun kekeluargaan.

“Oleh karenanya, siswa sebagai generasi milenial yang sangat dekat dengan media digital hendaknya menjadi pelopor anti hoax, bukan sebaliknya sebagai penebar hoax,” tegas Wuri pada Senin (2/9).

Berita hoax seringkali tidak mencantumkan sumber yang jelas, bernada tendensius, ancaman, iming-iming imbalan dan sebagainya. Mengenali hoax dapat menggunakan panca indera dengan teliti dan cermat, dapat pula menggunakan fasilitas yang disediakan oleh google seperti google image,google street dan sebagainya.

“Workshop ini juga menyampaikan cara memastikan sumber informasi yang dapat dipercaya melalui domainbigdata.com dan mengecek keamanan password email maupun akun media sosial,” imbuhnya.

Fani salah satu siswa menyampaikan bahwa workshop ini sangat bermanfaat.

“Saya menjadi mengetahui beda hoax dan fake news. Tidak hanya itu, kami juga mengenal domain bigdata.com untuk mengecek sumber berita yang kompeten. Setelah ini kami akan berusaha untuk menelusuri kebenaran informasi yang masuk sebelum membagikannya kepada orang lain,” jelasnya.

Sumber: muhammadiyah.or.id