Prioritas Pendidikan Anak Usia Dini untuk Pembangunan Karakter

08 Juli 2019 11:28 WIB | dibaca 180

SURABAYA — Sebagai wadah pendidikan generasi penerus, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus menjadi prioritas. Karena pembangunan karakter anak harus dimulai sejak dini sebagai usia emas mereka.

Disampaikan Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dalam acara "Pelatihan dan Seminar Nasional Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)" yang diselengarakan oleh Pimpinan Pusat Nasyiatul 'Aisyiyah (PPNA). Menurutnya, pendidikan anak bisa dimulai sebelum dia terlahir di dunia ini. Dimulai dari memilih calon orang tua yang memilih pasangan yang baik, sebagai calon orangtua yang mendidik anak-anaknya kelak. Pemilihan calon pasangan ini juga merupakan hak dasar anak yang harus dipenuhi oleh calon orang tua.

“Jadi memilih pasangan hidup atau suami maupun istri itu bagian dari pendidikan. Kalau milih calon tidak berkualitas, maka calon anaknya juga tidak berkualitas” katanya.

Dosen di Jurusan Pendidikan Agama Islam Univeristas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengutip pendapat Tokoh Pendidikan Islam asal Allepo, Abdullah Nasih Ulwan. Disebutkan dalam salah satu bukunya bahwa hak dari anak kepada orang tuanya adalah memilih calon orangtua yang baik. Artinya, sebagai calon orangtua selain mendidik anak pasca kelahirannya di dunia, tugas calon orangtua juga memilih pasangan yang akan mendampinginya dalam mendidik anak-anak mereka.

Pesan tersebut ditekankan kepada kader NA yang belum memiliki pasangan, atau belum menikah. Mu’ti berseloroh bahwa, cara memiliih pasangan jangan menirunya yang asal-asalan.

“Jangan milih suami asal seperti saya milih istri. Saya itu milih asal cantik, agamanya baik, dan lainnya,” ucap Mu’ti yang disambut tawa dan tepuk tangan peserta yang hadir.

Menurutnya, PAUD harus diprioritaskan. Sebagai pondasi awal, PAUD nanti akan memberi pengaruh yang besar terhadap karakter anak di usia dewasanya. Penting karenanya memiliki kurikulum yang baik bagi PAUD. Ia juga mengajak Nasyiah agar lebih banyak lagi membaca literatur tentang PAUD. Misalnya, buku karya Aristotele berjudul Give Me A Child Until He Is 7 Year (Beri Aku Seorang Anak sampai Berumur 7 Tahun).

“Kalau Ayunda Nasyiah membaca buku bombastis yang sifatnya ilmiah itu, isinya sangat menekankan pentingnya arti pendidikan anak usia dini. Salah satu poinnya adalah perkembangan anak di masa selanjutnya itu penentunya adalah masa 0 hingga 7 tahun,” terang Mu’ti.

Selain dihadiri Ketua Umum PPNA, Diyah Puspitarini, acara yang diselengarakan di Aula Gedung Graha Wiyata Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), Jalan Ketintang Wiyata No. 15, Surabaya pada (5/7) ini juga menghadirkan Sekjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI), Didik Suhardi.

Sumber : PWMU.co