Presiden Jokowi Dukung Pembangunan Museum Muhammadiyah

24 Juli 2017 14:18 WIB | dibaca 1110

 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan peresmian akan dibangunnya Museum Muhammadiyah yang akan dibangun di lingkungan masjid Islamic Center UAD Jalan Lingkar Selatan Yogyakarta pada Sabtu (22/7). Peresmian pembangunan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Presiden RI, Joko Widodo dengan peletakan batu pertama.

Acara tersebut juga dihadiri oleh ibu Iriana Joko Widodo; Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy; Menteri Sekretaris Negara, Pratikno; Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X; Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir; Ketua Umum PP 'Aisyiyah Siti Noorjannah Djohantini; Rektor UAD, Kasiyarno; Rektor UNISA, Warsiti; civitas akademi UAD beserta tamu undangan lainnya.

Pada sambutan awal, Rektor UAD, Kasiyarno menyampaikan bahwa akan didirikannya Museum Muhammadiyah merupakan bentuk penyajian sejarah Muhammadiyah dalam peran sosial keagamaan dan kemanusiaan serta berfungsi sebagai media informasi, transformasi nilai, edukasi dan rekreasi di Universitas Ahmad Dahlan.

 Ditambahkan juga oleh Kasiyarno bahwa penempatan Museum Muhammadiyah yang akan menempati lahan seluas satu hektar di UAD tidak akan idle, akan selalu ramai, sebagai contoh masjid UAD ini juga selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan dalam sambutannya bahwa Muhammdiyah sendiri sesungguhnya sudah menjadi museum berjalan karena sudah berdiri sejak awal abad ini dan insha allah akan terus berkiprah utk bangsa dan negara. Tetapi diakui Haedar bahwa keberadaan museum Muhammadiyah itu tetap penting. "Kita perlu museum untuk generasi baru belajar tentang Indonesia, tentang Islam,  tentang Muhammadiyah."

 

Sebelum melakukan peletakan batu pertama di lahan Museum Muhammadiyah, Presiden Jokowi juga memberikan kuliah umum dengan tema "Pembangunan Sumberdaya Manusia Indonesia yang Unggul dan Kompetitif untuk Menghadapi Era Global" untuk tamu undangan yang hadir. Jokowi menekankan tiga hal yakni  kurikulum fleksibel, inovasi yang terus menerus, serta jiwa enterpreneurship agar mahasiswa Indonesia bisa memenangkan persaingan global yang nyata ada di depan mata.

     

Jokowi juga mengucapkan terimakasih atas sumbangsih Muhammadiyah yang berperan sangat besar mencerdaskan dan mensejahterakan bangsa Indonesia. "Mengucapkan terimakasih karena andil Muhammadiyah sebagai kekuatan transformatif sangat besar dalam mencerdaskan generasi muda kita, mencerdaskan umat dan memerdekakan rakyat indonesia dari kebodohan dan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui amal usaha persyarikatan yang ada dimana-mana." Presiden juga menyampaikan akan mendukung Museum Muhammadiyah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan alokasi dana bagi pembangunannya. (Suri)