PP 'Aisyiyah Paparkan Pengalamannya Dalam Konferensi Asia Pasifik

05 Desember 2017 17:36 WIB | dibaca 617

Pimpinan Pusat 'Aisyiyah diundang untuk berpartisipasi dalam Konferensi Kesehatan dan Hak Reproduksi dan Seksual Asia Pasifik Ke-9 (Asia Pacific Conference on Reproductive & Sexual Health & Rights atau APCRSHR9) yang diadakan di Ha Long, Vietnam. Konferensi yang berlangsung dari 24-30/11/2017 ini dihadiri oleh lebih dari 1.000 peserta dari 50 negara di kawasan Asia-Pasifik.

Pada konferensi tersebut, Sekretaris Pimpinan Pusat 'Aisyiyah sekaligus Koordinator Program MAMPU 'Aisyiyah yakni Tri Hastuti Nur Rochimah memberikan materi tentang "Pendekatan Nilai-Nilai Keagamaan Atas Kesehatan Reproduksi Wanita" yang disarikan atas pengalaman kerja yang telah dilakukan oleh 'Aisyiyah. Pada pemaparannya Tri menyampaikan bahwa kesehatan reproduksi di Indonesia masih mengalami kendala baik faktor struktural maupun kultural. "Faktor struktural adalah akses perempuan atas layanan kesehatan perempuan maupun akses informasi; sementara itu faktor kultural adalah hambatan budaya lokal, gender dan juga interpretasi agama yang menghambat pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi."


Dilanjutkan oleh Tri, dalam masyarakat Indonesia, perempuan diposisikan sebagai obyek pengaturan dalam masyarakat dan tidak memiliki relasi yang setara dengan laki-laki. Paradigma tersebut diadopsi oleh pengambil kebijakan di berbagai level sehingga berdampak pada minimnya alokasi anggaran dan kebijakan terkait kesehatan reproduksi. Demikian halnya dengan pemahaman konservatif pada sebagian kelompok keagamaan, tokoh masyarakat dan tokoh agama atas relasi laki-laki dan perempuan terkait dengan peran fungsi reproduksi perempuan.


Tri menambahkan bahwa berdasarkan pengalaman 'Aisyiyah melakukan pendekatan nilai-nilai agama untuk mengatasi masalah kesehatan reproduksi adalah sangat perlu. "Dalam konteks masyarakat Indonesia yang religius maka pendekatan nilai-nilai agama yang berkemajuan menjadi siginifikan dalam mendorong pemenuhan hak-hak kesehatan reproduksi perempuan."

Tujuan konferensi ini ialah meninjau berbagai perkembangan dan pola yang dilaksanakan dalam masyarakat yang paling baik, terutama di kalangan kaum pemuda dan kelompok-kelompok etnis khusus, peranan dari semua fihak peserta, masalah dan tantangan dalam melaksanakan program-program aksi dari Konferensi Internasional tentang Kependudukan dan Perkembangan (ICPD) serta mencapai target perkembangan milenium, target perkembangan berkesinambungan (SDGs) yang bersangkutan dengan hak kesehatan reproduksi dan kesehatan seksual di kawasan Asia-Pasifik. (Suri)