Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Palu, "One Muhammadiyah One Respon" untuk Penanggulangan Bencana

02 Februari 2019 13:55 WIB | dibaca 338

 
Palu -- Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Korps Relawan Muhammadiyah (KawanMu) MPS PPM  menyelenggarakan Pelatihan Psikososial dan Konsolidasi Relawan Muhammadiyah selama tiga hari (01-03/02) yang bertempat di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Palu.
 
"Bagi setiap personil relawan KawanMu dibekali ilmu kebencanaan, guna adanya pemahaman dalam diri dari relawan untuk diaplilasikan di area tugas daerah yang terkena bencana, serta pentingnya belajar memahami psikososial dalam penanggulangan bencana termasuk pada kelompok lansia. Hal ini dapat meminimalisir trauma dari dampak pasca bencana terjadi" ungkap Mulkus, Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan "KawanMu" Palu.
 
Selain itu jumlah peserta pelatihan sebanyak 56 orang berasal dari perwakilan pengurus MPS tingkat wilayah daerah Palu, Sigi, Donggala, panti asuhan Muhammadiyah-'Aisyiyah, aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), serta para pegiat pendamping anak khususnya yang berpengalaman bekerja di Sulteng . Selanjutnya Mulkus mengatakan "tujuan dari pelatihan ini sebagai wadah konsolidasi relawan Muhammadiyah bidang sosial dalam rangka menguatkan program dan gerakan KawanMu dalam merespon permasalahan sosial yang menjadi tugas Majelis Pelayanan Sosial, serta peningkatan kapasitas pengetahuan dan keterampilan relawan muhammadiyah dalam melaksanakan tugas pendampingan psikososial dalam penanggulangan bencana khususnya dan sebagai bagian dari One Muhammadiyah One Respon (OMOR)." Suhendra, mewakili MPS Pusat, saat pembukaan pelatihan menyampaikan bahwa One Muhammadiyah One Respon merupakan sinergisitas antara majelis, lembaga, ortom  di setiap level kepengurusan di Muhammadiyah.
 
Fungsi dukungan psikososial itu terjadi saat pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Pada pra bencana dengan meningkatkan ketangguhan psikologis masyarakat, setidaknya bisa membuat seseorang siap dalam pengurangan risiko menghadapi bencana.  
Pelatihan yang dihadiri oleh Rektor UM Palu, Dr Rajendra, menyambut baik dan mendukung kegiatan pelatihan. Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua PWM Palu, Hadi Soecipto, "Muhammadiyah selalu bekerja untuk negeri Indonesia yang kita cintai ini, dan bahkan sebelum negeri terbentuk, Muhammadiyah berperan dalam masalah keummatan dan kemanusian, serta kebangsaan."  
 
"Dekati korban yang membutuhkan bantuan dan sesuaikan dengan budaya lokal, bantu penyintas memenuhi kebutuhan dasarnya dengan memfasilitasi akses ke pelayanan bantuan yang tersedia dan bantu penyintas mengatasi permasalah mereka" papar Yocki, Fasilitator MDMC Pusat.
 
Yocki menambahkan "satu catatan adalah jika merasa bahwa diri kita belum memiliki keahlian penanggulangan bencana maka belajarlah. Jadilah cahaya dari sebatang lilin agar kita bisa memberi titik cahaya, dan kita tidak akan marah dan keluar dari sisi kegelapan."  Acara pelatihan ini, selain dibawakan oleh fasilitator dari MDMC Pusat, juga dibawakan oleh Save the Children Palu, yang membuat pelatihan lebih berdinamika dengan berbagai materi dan ice breaking motivasi tim dan pendampingan. (Suhendra dan AAM)
 
Sumber: Suhendra