Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Ngadipuro Dapatkan Alokasi Dana Desa untuk Kesehatan Reproduksi

29 September 2016 14:33 WIB | dibaca 1194

 
Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Ngadipuro telah berhasil mendapakan alokasi dana desa yang diajukan untuk mendukung pelaksanaan penyuluhan Kesehatan Reproduksi Wanita. Dana yang didapatkan tersebut diungkapkan oleh Anggota PRA Ngadipuro Musyarofah tidak serta merta mudah didapatkan, dana tersebut didapatkan melalui proses pengajuan ke aparat desa, dan ada proses seleksi.
 
"Awalnya kami diundang dalam musyawarah perencanaan pengembangan desa (musrenbandes) bersama organisasi yang ada di desa lainnya, dan juga tokoh masyarakat, kami diberitahukan tentang rencana anggaran desa yang akan diberikan kepada organisasi-organisasi di desa, kami diminta untuk mengajukan kegiatan."  Ungkap Musyarofah. Ia juga menambahkan bahwa alasan memilih kegiatan kesehatan reproduksi ini terkait dengan dari pimpinan cabang yang sudah memfasilitasi untuk tes IVA, mereka juga menginginkan bahwa kegiatan tersebut juga sampai ke pimpinan ranting. 
 
Anggaran yang didapatkan PRA Ngadipuro adalah sebersar Rp 7,5 Juta dengan potongan pajak sebesar 18%, "Kegiatan kami disetuju oleh pimpinan desa Alhamdulillah, Keseluruhan Anggaran yang ada dibagi-bagi dengan organisasi yang lain, juga TPA, RT, dan RW, sehingga dana yang kami dapatkan ada sejumlah Rp 7,5 Juta," Ungkap Musyarofah. 
 
Ia mengatakan bahwa, dana yang didapatkan itu akan digunakan untuk kegiatan penyuluhan kesehatan reproduksi wanita yang akan diadakan pada hari Sabtu, 1 Oktober 2016. Jumlah peserta yang diharapkan adalah 80 orang. "Peserta yang akan mengikuti acara ini kami harapkan adalah keseluruhannya warga 'Aisyiyah, tapi jika ada yang dari luar kami juga terbuka," Tambah Musyarofah.
 
Mendapatkan alokasi dana untuk kegiatan kesehatan reproduksi wanita tidaklah mudah, diungkapkan oleh Musyarofah bahwa ada kiat agar bisa mendapatkan alokasi dana tersebut, " Kami selalu melakukan hubungan yang baik dengan aparat desa, terutama komunikasi selalu dilakukan untuk dapat menjalin hubungn yang baik, dan juga dengan organisasi yang lain kami juga menjalin komunikasi yang baik, sehingga saat ada musrenbangdes kami diundang,"Ungkap Musyarofah.
 
Dikatakannya bahwa, mereka juga menjelaskan dengan detail pentingnya untuk melakukan penyuluhan kesehatan reproduksi terkait dengan generasi penerus yang sehat, diawali dengan memberikan edukasi pada ibunya sedini mungkin. "Kami juga di desa selalu menunjukkan kegiatan yang positif, sehingga pihak desa memandang kami benar-benar ada dan ikut berkontribusi pada kemajuan desa Ngadipuro, terutama pendidikan karena di desa kami ada dua TK dari 'Aisyiyah, muhammadiyah juga dari MI, sehingga dari desa melihat keberadaan kita. Amal usaha kami cukup hidup disini,"Ungkap Musyarofah.