Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Gelar Workshop Pengembangan Balai Sakinah 'Aisyiyah (BSA)

10 Februari 2018 12:34 WIB | dibaca 225

Sabtu (10/2) Pimpinan Pusat 'Aisyiyah dalam MAMPU 'Aisyiyah menggelar Workshop Pengembangan Balai Sakinah 'Aisyiyah (BSA). Kegiatan yang berlangsung di kantor Pimpinan Pusat 'Aisyiyah Jl. K.H Ahmad Dahlan No.53, Yogyakarta ini bertujuan untuk mendiskusikan model-model pengembangan yang sesuai untuk komunitas dampingan 'Aisyiyah yakni BSA.

Menurut Nikmah Af'idati selaku Koordinator Pengembangan Komunitas MAMPU 'Aisyiyah, sudah ada 15 kabupaten yang merupakan dampingan MAMPU 'Aisyiyah, khususnya di 3 kecamatan, 6 desa di setiap kabupatennya dan juga daerah pengembangan atau scaling up di kecamatan maupun desa lain. Ditambahkan oleh Nikmah bahwa di setiap desa terdapat 4-5 kelompok yang beranggotakan
20 orang perempuan, dan didampingi oleh kader desa maupun kader BSA. "Dalam acara ini kami ingin mendiskusikan lebih lanjut dengan tim MAMPU 'Aisyiyah daerah bersama narasumber yang sudah berpengalaman mengenai pengembangan pengorganisasian BSA yang sudah berjalan sejak tahun 2014," papar Nikmah.

Pada sesi pertama, workshop diisi oleh Rahadi dari Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) yang memaparkan mengenai bagaimana menumbuhkan masyarakat kritis melalui pemberdayaan kelompok perempuan. "Beberapa faktor yang menjadikan cara menolong yang salah adalah, ketidaktahuan kita mengenai kehidupan orang yang akan kita tolong," papar Rahadi. Dilanjutkan oleh Rahadi bahwa kesalahan yang paling sering muncul adalah melakukan pemetaan masalah melalui cara pandang kita sendiri, tanpa melibatkan objek yang akan dibantu dalam hal ini termasuk untuk pengembangan komunitas.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai model pemberdayaan berbasis komunitas bersama Bachtiar Dwi Kurniawan dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPM PPM). Dari hasil brainstorming dengan para ahli tadi kemudian dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan BSA dan strategi peningkatan kesadaran kritis.Disampaikan oleh Nikmah, diharapkan nantinya acara yang mengundang tim MAMPU 'Aisyiyah dari Blitar, Cianjur, Magelang ini akan bisa merumuskan strategi dan indikator kemandirian keberlanjutan BSA. (Suri)