Pertahankan Ekonomi Rakyat Melalui Gerakan Cinta Pasar Tradisional

28 Maret 2015 12:27 WIB | dibaca 1033

Banner Komunitas Pecinta Pasar Tradisional yang dipajang di area Pasar Ngasem. Banner ini akan diisi dukungan tertulis dari seluruh peserta dan undangan pada Pasar Tradisional. (Arsip ‘Aisyiyah)

 

Pasar tradisional memiliki nilai-nilai social yang tak tergantikan. Interaksi antara penjual dan pembeli di pasar tradisional merekatkan hubungan individu seperti saat terjadi tawar menawar yang tidak ditemukan di pasar modern.

‘Aisyiyah berusaha melestarikan nilai-nilai tersebut melalui gerakan cinta pasar tradisional yang resmi dideklarasikan pada Sabtu, (28/03/2015). Deklarasi dilaksanakan bersamaan dengan wisuda warga belajar Sekolah Wirausaha ‘Aisyiyah (SWA) angkatan ke 3 di Plaza Ngasem. Ditemui di sela-sela acara, Yufirta Rahmawati, Koordinator Gerakan Cinta Pasar Tradisional menyampaikan Pasar Ngasem sengaja dipilih sebagai lokasi deklarasi karena Pasar Ngasem dipandang telah berhasil melakukan pembenahan.

“Dulu pasar burung yang kumuh, sekarang sudah sangat nyaman sudah ditata sendiri-sendiri. Bagian ikan, ayam, warung-warung, dan ada juga bagian kuliner. Semua lengkap di sini terutama juga ada fasilitas untuk kita bersantai.” Kata Yusfrita

Menurutnya hal tersebut sesuai dengan semangat gerakan yang ingin memasyarakatkan kembali pasar tardisional yang sekarang jauh lebih tertata. Khususnya di wilayah Kota Yogyakarta.

“Jadi kalau pasar itu citranya dulu yang harus dibangun. Ini lho, sekarang sudah dibenahi. Tidak lagi untuk kalangan menengah ke bawah. Menengah ke atas juga bisa.” Tambah Yusfrita.

Disinggung mengenai gerakan nyata dari deklarasi yang disampaikan, Yusfrita sudah menganjurkan pada warga belajar SWA khususnya yang merintis bisnis kuliner untuk membeli bahan dasar di pasar tradisional.

Dalam sambutannya, Latifah Iskandar, Ketua Majelis Ekonomi ‘Aisyiyah mengatakan deklarasi gerakan adalah bukti kepedulian ‘Aisyiyah secara serius pada kelompok perempuan yang juga menjadi kelompok paling dominan di pasar tradisional.

“Kita mengajak keluarga Indonesia untuk membiasakan berbelanja di pasar tradisional untuk mempertahankan pangan lokal dan menggerakkan ekonomi rakyat.” Kata Latifah dalam siaran perss tertulisnya.

Gerakan cinta pasar tradisional merupakan gabungan dari komunitas ‘Aisyiyah Yogyakarta bersama perwakilan komunitas tiap kecamatan dan kaum muda pecinta pasar tradisional di seluruh DIY.