Persiapan Akreditasi Klinik dalam Workshop Penguatan Amal Usaha 'Aisyiyah

26 Agustus 2019 09:17 WIB | dibaca 260

Sleman – Dakwah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah salah satunya juga dilakukan melalui amal usaha. Amal usaha di berbagai bidang seperti bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan sebagainya dalam persyarikatan disebut Siti Noordjannah, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah sebagai dakwah yang terinstitusionilasi. Oleh karenanya penting bagi amal usaha untuk menjalankan proses akreditasi sebagai bentuk tanggung jawab pengelola amal usaha.

“Kegiatan ini adalah agenda penting, tidak hanya pertemuan teknis membahas penguatan amal usaha untuk persiapan akreditasi, tetapi juga ada pondasi, spirit, nilai-nilai dan amal jariyahnya sehingga diberkahi Allah swt,” ucap Siti Noordjannah dalam sambutannya pada Workshop Penguatan Amal Usaha dalam rangka persiapan akreditasi klinik.

Workshop Penguatan Amal Usaha dalam rangka persiapan akreditasi klinik diselenggarakan oleh Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta, jalan Ringroad Barat nomor 63, Sleman. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada (24-26/8) tersebut merupakan kerjasama Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah dengan UNISA dan Magister Manajemen Rumah Sakit (MMR) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Sebanyak 32 peserta perempuan dan enam peserta laki-laki yang merupakan Ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) se-Indonesia, serta pembina dan pimpinan klinik ‘Aisyiyah di wilayah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Menurut penuturan Yuni Isnaini selaku Ketua Panitia Workshop Penguatan Amal Usaha, kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi terkait dengan Persiapan Pelaksanaan Akreditasi karena klinik ke depan harus didampingi untuk proses akreditasi. Sedangkan pemateri dalam kegiatan workshop tersebut adalah Dr. Esti, Dr. Sodiq dan Dr. Arina yang merupakan Asesor Nasional untuk klinik.

Selain itu, agenda terakhir dari kegiatan tersebut adalah kunjungan ke Klinik Firdaus. “Di akhir, kita akan mendampingi kunjungan ke Klinik Firdaus yang bertujuan untuk melihat secara langsung tentang pengelolaan klinik dari jarak dekat jadi bapak dan ibu peserta bisa berdiskusi secara langsung dengan pengelola di sana,” jelas Yuni.

Sementara itu, Warsiti selaku Rektor UNISA mengatakan bahwa akreditasi adalah salah satu tanggung jawab pengelola amal usaha. “Tiga hari ini bapak dan ibu akan mengikuti kegiatan workshop untuk persiapan akreditasi karena tahun 2020 kita semua harus menjalani akreditasi yang menjadi sebuah keharusan. Ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab kita untuk mengelola amal usaha yaitu akreditasi terhadap mutu, layanan, dan kualitas kita,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Noordjannah menambahkan, selain akreditasi, hal penting lainnya bagi pengelola klinik ‘Aisyiyah adalah sinergi atau kerjasama dengan pihak rumah sakit setempat.

Sebelum menutup sambutannya, Noordjannah berpesan kepada Majelis Kesehatan PP ‘Aisyiyah bahwa pertama, kegiatan workshop membawa unsur nilai-nilai ideologis. Kedua, ada hal-hal yang berkaitan dengan akreditasi untuk menambah wawasan dan memperluas pandangan terkait pengelolaan klinik ‘Aisyiyah. Ketiga, perlunya kelembagaan yang saling berta’awun (sinergi) untuk membesarkan klinik ‘Aisyiyah.

Terakhir, Noordjannah mengajak peserta mengucapkan basmallah bersama-sama sebagai tanda dibukanya kegiatan Workshop Penguatan Amal Usaha dalam rangka persiapan akreditasi klinik tersebut. (AAM)