Peringati Hari Ibu, 'Aisyiyah Mempawah Adakan Dialog Publik Terkait Pengarusutamaan SDGs

30 Desember 2016 14:46 WIB | dibaca 849

Kamis (29/12) 'Aisyiyah mempawah peringati Hari Ibu dengan gelar Dialog Publik bertemakan "Pengarusutamaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan / Sustainable Development Goals (SDGs) dalam Program Pembangunan Daerah - Nobody Left Behind". Dialog tersebut bertempat di Gedung PGRI Mempawah yang dihadiri kurang lebih 90 orang baik  dari pemerintah maupun pekerja kesehatan juga dari organisasi masyarakat. Seperti, Kepala Puskesmas, Ikatan Bidan Indonesia, Bidan Desa, dari Bapedda, Ormas Perempuan, juga Kader MAMPU 'Aisyiyah, dan lain sebagainya.

Diungkapkan oleh Sari Amraini selaku Koordinator Program MAMPU 'Aisyiyah bahwa 'Aisyiyah sudah ikut mengawal untuk mewujudkan penyelesaian masalah yang ada pada poin-poin di SDGs, terlebih pada bidang kesehatan, kemiskinan dan juga gender. dari dialog publik ini Sari mengatakan bahwa mendapatkan poin penting, seharusnya pemerintah mengusahakan agar pembangunan daerah tidak hanya melakukan pembangunan dalam bentuk fisik, melainkan penting juga untuk memikirkan bagaimana masyarakat mendapatka akses kesehatan yang baik.

Dalam Dialog Publik tersebut Pemerintah Daerah Mempawah mengapresiasi 'Asiyiyah Mempawah yang dikatakannya telah maju satu langkah untuk berani melakukan Dialog Publik mengenai SDGs karena sebenarnya dari Pemerintah Daerah sendiri sedang menunggu Surat Keputusan penandatanganan dari Presiden, demikian yang dikatakan oleh Sari.

Pada kesempatan tersebut hadir Narasumber dari Bappeda Drs.Aswin As, MT, dari Dinas Kesehatan dr.H.Jajat Hidajat, M. Epid dan dari Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Kalimantan Barat, Indah Budiastutik,S.K.M.,M.Kes yang juga merupakan Dekan Fikes Universitas Muhammadiyah Pontianak. Sari mengatakan bahwa Dialog Publik dalam rangka hari ibu ini mendapatkan respon yang sangat baik dari peserta yang hadir, dibuktikan dengan dibuka dua kali termin pertanyaan tapi waktu masih kurang. 

Terkait dengan Kesehatan Reproduksi, dalam kesempatan tersebut pihak Dinas Kesehatan mengungkapkan bahwa memang belum ada anggaran yang dikhususkan untuk Kesehatan Reproduksi. Sari mengatakan bahwa saat ini pemerintah daerah Mempawah masih berusaha untuk mengembangkan Rumah Sakit Daerah, karena saat ini masih berfungsi sebagai tempat rujukan bukan untuk tempat berobat, setiap pasien yang datang pasti akan dirujuk ke Pontianak ataupun Singkawang.

Dalam kesempatan tersebut diungkapkan oleh Sari justru menjadi menjadi ajang untuk menyampaikan aspirasi " Forum benar-benar sangat hidup hampir semua audiens ikut angkat tangan, bahkan Bappeda dan SKPD ditantang untuk mengadakan Dialog Publik tentang Pencapaian SDGs kedepannya," kata Sari. [NKA]