Perempuan 'Aisyiyah Berta'awun Lawan Covid-19

30 Maret 2020 07:48 WIB | dibaca 312

 
 
Berbagai upaya masyarakat untuk turut mencegah penularan Covid-19 terus dilakukan secara swadaya. Begitu juga dengan para perempuan 'Aisyiyah di berbagai daerah.
 
 
'Aisyiyah Kudus salah satunya, bekerjasama dengan relawan dari Kokam, MDMC, Lazismu, IMM, Tapak Suci melakukan penyemprotan disinfektan dan pembersihan berbagai lokasi. "Sudah hampir dua minggu ini kami melakukan penyemprotan disinfektan dan bersih-bersih semua sarana yang ada di cabang Muhammadiyah," ujar Tini, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kudus. Tercatat per tanggal 22 Maret 2020 sudah ada 26 masjid, 3 kantor, 1 sekolah, 1 panti, 1 klinik, dan kantor layanan masyarakat yang menjadi lokasi sasaran penyemprotan disinfektan.
 
Di Kabupaten Tegal, 'Aisyiyah juga melakukan kegiatan serupa. Disampaikan oleh Muflikha dari PDA Tegal bahwa sudah sejak 15 Maret kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan. "Ba'da Subuh kami mulai kegiatan dari wilayah Kabupaten Tegal yang paling utara di Cabang Dukuturi, kegiatan dilakukan dari ranting ke ranting dan alhamdulillah dalam satu hari bisa menyelesaikan dua cabang yang kemudian dilanjutkan hari berikutnya," ujar Muflikha.
 
 
 
'Aisyiyah Kabupaten Tegal yang memiliki 20 Cabang ini juga melakukan sosialisasi ke Cabang dan Ranting agar ke depannya mereka dapat mandiri melaksanakan pembersihan.
 
Melakukan edukasi kepada masyarakat memang harus terus menerus dilakukan untuk membiasakan praktik hidup bersih dan sehat. Disampaikan oleh Faiziah dari PDA Temanggung bahwa selain melakukan penyemprotan disinfektan pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media baik offline maupun online. "Ini bencana global, jadi semua jiwa harus menyadari," tegas Faiziah.
 
 
 
Faiziah melanjutkan bahwa 'Aisyiyah bersama MDMC juga membagikan jus jambu secara gratis di berbagai titik untuk mengedukasi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan sehat. "Kami bergotong royong, jus jambu dari warga kemudian kami olah dan kemas sendiri dalam satu hari produksi 250 jus dan dalam satu minggu ini sudah menghabiskan 160 kilogram jambu," ungkapnya.
 
Faiziah mengharapkan bahwa selepas wabah ini praktik hidup sehat tidak akan ditinggalkan masyarakat. "Kami berharap musibah ini cepet berlalu dan keadaan normal kembali dan selanjutnya masing-masing jiwa punya kesadaran penuh terhadap nikmat sehat sehingga dengan kesadaran sendiri melakukan PHBS." Ia juga berharap dalam situasi wabah Covid-19 ini semua jiwa secara ikhlas berta'awun membantu sesama dan kedepannya terus membiasakan diri berbuat baik bagi kegiatan kemanusiaan. (Suri)