Perdes, Upaya 'Aisyiyah MAMPU Kab.Mamuju Tekan Pernikahan Anak

21 Juni 2019 13:48 WIB | dibaca 53

 

Tingginya angka perkawinan anak di Sulawesi Barat menjadi perhatian 'Aisyiyah Kabupaten Mamuju. Terlebih karena Kabupaten Mamuju menjadi penyumbang ke-dua terbanyak untuk angka perkawinan anak. Hal tersebut disampaikan oleh Halimah dari Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Mamuju. Untuk itu menurut Halimah, 'Aisyiyah berupaya menggandeng banyak pihak untuk bersama-sama mengatasi hal ini. "Bicara tentang pencegahan pernikahan anak sangat tidak mungkin bisa terlaksana kalau kita hanya diskusi dan diskusi tetapi kita harus memikirkan langkah yang strategis agar pernikahan anak dapat ditekan sedapat mungkin karena ini mudharatnya banyak," terang Halimah.

Salah satu upaya yang telah berhasil dilakukan 'Aiysiyah dalam program MAMPU adalah dengan terbitnya Perdes Pencegahan Perkawinan Anak di Desa Pati'di pada 24 April 2019. "Kurang lebih dua tahun 'Aisyiyah mendampingi pemerintah Desa Pati'di hingga terbitnya Perdes ini, ini adalah kerja kolektif, sinergi kita bersama untuk anak-anak dan perempuan Mamuju," ujarnya.

Acara penandatanganan Perdes Pencegahan Pernikahan Anak di Desa Pati'di sendiri dihadiri oleh seluruh unsur masyarakat Desa Pati'di, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar. Kepala Desa Pati'di sangat bersyukur atas telah terbitnya Perdes Pencegahan Pernikahan Anak ini karena ini sebagai wujud kesadaran bersama untuk menekan angka pernikahan anak di Mamuju. "Tidak cukup berhenti hanya dengan terbitnya Perdes, tetapi ahrus ada gerakan bersama untuk menekan angka perkawinan anak yang melibatkan unsur masyarakat yang ada di desa serta aktif mensosialisasikannya di berbagai kegiatan masyarakat."

Disampaikan oleh Halimah bahwa langkah 'Aisyiyah tidak berhenti hanya pada terbitnya Perdes tersebut tetapi tim 'Aisyiyah MAMPU juga akan terus mengawal pelaksanaannya. "Kami bersama tim akan mengawal perdes sampai pada tahap penerapan di lapangan dan akan membentuk forum desa yang khusus fokus pada perdes ini. Termasuk mengadvokasi kepala desa agar menganggarkan daLam  RAPDS untuk sosialisasi di tiap dusun, demikian juga ke dinas terkait tentunya akan kita kawal karena payung hukumnya sudah ada yaitu Perdes," ujar Halimah bersemangat.

Selain itu, tim MAMPU 'Aisyiyah Kabupaten Mamuju juga akan mendorong terbitnya Perdes lain yang terkait dengan kebutuhan perempuan dan anak. "Kami di mamuju lagi mendorong dua Perdes lagi yaitu gizi dan kespro di Desa Tadui dan perdes pencegahan pernikahan anak di Desa Sumare." Semua ini menurut Halimah 'Aisyiyah lakukan agar isu-isu kesehatan dan persoalan yang dialami oleh perempuan dan anak dan Mamuju dapat menjadi perhatian semua pihak serta dapat meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Ia berharap 'Aisyiyah bersama pemerintah maupun pihak lain yang berkepentingan dapat bekerjasama dan berjalan beriringan meningkatkan harkat martabat para perempuan dan anak-anak. (Suri)