Pentingnya Pengembangan Manhaj Muhammadiyah dalam Gerakan Dakwah

06 Juni 2017 19:57 WIB | dibaca 800

Siti Noordjannah Djohantini Ketua Umum Pimpinan Pusat‘Aisyiyah mengungkapkan bahwa dalam melembagakan manhaj Muhammadiyah, kita harus berada dalam satu barisan manhaj untuk bergerak keseluruh area gerakan.

Pelembagaan manhaj Muhammadiyah merupakan wujud nilai-nilai yang terkandung dalam seluruh institusi atau lembaga persyarikatan maupun dalam kehidupan umat Islam sebagai aktualisasi misi Muhammadiyah.

 “Wujud pelembagaan dapat bermacam ragam yang secara khusus dapat dilakukan secara luas diantaranya melalui Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM),” terang Noor dalam kegiatan Pengajian Ramadhan 1438 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dilaksanakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Sabtu (4/6) kemarin.

Noor menambahkan dalam PHIWM yang perlu dirubah adalah sesuatu yang menjadi perhatian bersama seperti pada tingkat amal usaha, dan juga hal lainya yang menjadi bagian dari kehidupan berusaha, bersosial, dan seluruhnya.

“Wujud dari pelembagaan manhaj Muhammadiyah juga bisa melalui sturktur maupun model. Contoh model misalnya seperti melalui gerakan keluarga sakinah dan tuntunan menjadi keluarga sakinah,”imbuh Noor.

Sebelum mengakhiri pembahasannya Noor menengaskan kepada peserta pengajian bahwa tugas lainnya yang perlu dilakukan ialah mengevaluasi gerakan dakwah yang bersifat jamaah atau komunitas yang berada  ditingkat atas, menengah, dan bawah.

“Karena kekuatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah hingga saat ini disebabkan oleh kekuatan dari bawah yaitu jamaah, yang masih menjadi harapan serta pembelaan dan pembinaan untuk mencapai tujuan persyarikatan,” pungkas Noor. [Tuti/Karima]