Penguatan Ekonomi Melalui Pelestarian Batik Nusantara

18 Oktober 2012 17:46 WIB | dibaca 895

 

 

“Syiar dan dakwah nilai-nilai Islam dapat dilakukan melalui batik dengan merelevansi nilai-nilai budaya yang terdapat dalam motif batik,” hal tersebut disampaikan oleh Dra. Siti Noordjannah Djohantini, M.M.,M.Si, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah dalam sambutan Seminar Batik Nusantara yang bertempat di Ruang Prof. Dra. Hj. Siti Baroroh Baried, Stikes ‘Aisyiyah Yogyakarta (18/10). Noordjannah juga menambahkan “batik merupakan salah satu ikon budaya nasional yang dapat digunakan sebagai media komunikasi ke berbagai negara.”

Seminar Batik Nusantara diikuti oleh kurang lebih 250 perwakilan ‘Aisyiyah dari 33 provinsi di Indonesia. Para narasumber yang hadir, yaitu: Drs. Handoyo dari Balai Kesar Kerajinan dan Batik Yogyakarta; Hj. Kaelasha Afiati, pengusaha home industri fashion; dan Imam Nurhidayat, Direktur Pusdiklat Repindo dan Coconut Centre yang berbicara tentang pengutana ekonomi melalui Ranting. Adapun Prof. Dr. Hj. Siti Chamamah Soeratno lebih banyak berbicara tentang Peran Batik Kauman Yogyakarta dalam gerak langkah Muhammadiyah-‘Aisyiyah.

Menurut Handoyo, ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang memiliki jaringan luas hingga ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, dapat menjadi kekuatan untuk melalukan penguatan ekonomi melalui pelestarian Batik. Hal tersebut, ungkap Handoyo, dikarenakan ‘Aisyiyah telah memiliki lebih dari 6000 ranting ‘Aisyiyah yang berada di seluruh daerah Indonesia dan didukung oleh infrastruktur yang kuat sehingga memudahkan pencapaian penguatan ekonomi.