Penghargaan Bagi Pahlawan Pandemi Warnai Pembukaan Milad 108 Muhammadiyah

18 November 2020 17:20 WIB | dibaca 186

 
 
Milad ke-108 Muhammadiyah yang digelar secara daring pada Rabu (18/11) diwarnai dengan berbagai penghargaan bagi para pahlawan di masa Pandemi Covid-19.
 
Dibuka dengan Muhammadiyah Menyapa, Pimpinan Pusat Muhammadiyah diwakili oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman dan didampingi Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agung Danarto menyapa enam propinsi di mana warga persyarikatan telah berkontribusi membangkitkan masyarakat menghadapi situasi bencana dan pandemi.
 
Enam propinsi itu adalah DKI Jakarta; Palu, Sulawesi Tengah; Sumatera Selatan; Lamongan, Jawa Timur; Lombok, Nusa Tenggara Barat; dan TPST Piyungan di DIY Yogyakarta.
 
Mereka yang disapa adalah dokter relawan penyintas Covid-19, guru TK ABA yang bangkit pasca situasi bencana, pegiat ‘Aisyiyah yang berhasil melakukan program ketahanan pangan dan pembibitan, relawan Muhammadiyah yang membantu kebangkitan masyarakat pasca gempa di Palu, serta komunitas pemulung yang dibina oleh MPM PP Muhammadiyah.
 
"Pasca gempa kami sangat berterimakasih kepada Muhammadiyah dan MDMC karena mereka langsung turun ke lokasi di mana kami mendirikan tenda-tenda pada saat itu, Alhamdulillah sampai saat ini sudah berdiri 41 unit Huntara (Hunian Sementara), ungkap Maskar selaku Ketua Huntara di Palu.
 
Lain lagi kisah dari Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA) Dadaban, Lamongan. Para kader di sana bergerak dengan Rumah Pembibitan sehingga masyarakat sekitar yang bermata pencaharian sebagai petani ataupun berkebun dapat membeli bibit organik melalui PRA. Selain itu para kader juga menanam berbagai sayur serta buah yang dimanfaatkan untuk pemenuhan bergizi bagi masyarakat sekitar. "Alhamdulillah melalui rumah pembibitan ini kami punya program ketahanan pangan, di mana kami bagikan sayur dan buah kepada ibu menyusui, ibu hamil, para dhuafa agar terpenuhi gizinya dalam rangka pencegahan stunting selama pandemi ini," ujar Siti Mukholifah dari PRA Dadaban.
 
Berbagai kisah yang disampaikan dalam Muhammadiyah Menyapa ini menunjukan bahwa Muhammadiyah tidak surut oleh pandemi, bahkan semakin kuat bergerak memberikan solusi.
 
Agus Taufiqurrahman mendorong agar praktik-praktik baik yang sudah dilaksanakan oleh seluruh kader Muhammadiyah dapat menginspirasi kader-kader Muhammadiyah yang lain sehingga terus dapat berbuat dan berkontribusi untuk negeri. Sesuai dengan konteks Milad Muhammadiyah ke-108 yang membawa tema 'Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri', menurut Agus "PP Muhammadiyah menegaskan agar Muhammadiyah terus berkomitmen dalam rangka ikhtiar menanggulangi Covid ini dan mengedukasi agar masyarakat tidak abai." 
 
Selain itu, diberikan pula penghargaan bagi 12 Syuhada Covid-19 yang merupakan dokter dan tenaga kesehatan dari berbagai Rumah Sakit Muhammadiyah 'Aisyiyah yang telah gugur dalam jihadnya sebagai garda terakhir Covid-19. 
 
Pimpinan Pusat Muhammadiyah, disampaikan oleh Sekretaris Abdul Mu'ti juga memberikan apresiasi bagi berbagai temuan dan insiatif dari kader-kader Muhammadiyah yang bermanfaat dalam penanggulangan dampak pandemi.(Suri)