Pencegahan Kanker, ‘Aisyiyah Bisa Pelopori Pertemuan dengan Pemda

04 Juni 2015 12:30 WIB | dibaca 775

Niken W. Palupi (Kasubdit Kanker Kemenkes RI) dan Aindrijono (Ketua IPKASI) dalam acara Focus Froup Discussion di STIKES ‘AIsyiyah Yogyakarta (04/06)

 

Ada tiga strategi yang bisa diterapkan untuk menangani Kanker Serviks. Vaksinasi, Screening,dan Pendidikan. Dari ketiganya yang perlu diutamakan adalah program Vaksinasi. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Andrijono SpOG Ketua IPKASI (Inisiasi Pencegahan Kanker Serviks Indonesia) dalam kegiatan Focus Group Discussion untuk penanganan Kanker Serviks di STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta (04/06).

 

“Kenapa vaksin jadi strategi utama karena vaksin proteksinya panjang sekitar 15 tahun. Jika usia 12 tahun sudah vaksin, usia 25 tahun masih terproteksi (dari virus penyebab kanker).” Ujar Andrijono.

 

Untuk itu, Andrijono menambahkan program vaksin penting jadi program seluruh provinsi. Semakin banyak peserta, harga vaksin akan semakin ditekan. Menurutnya, ‘Aisyiyah bisa berperan dengan mendorong pemerintah daerah agar menganggarkan program vaksin untuk remaja putrid rentang usia 10-14 tahun.

 

“’Aisyiyah silahkan mempelopori pertemuan dengan pemerintah. Terutama DIY sebagai daerah dengan penderita kanker tertinggi,” tambah Andrijono.

 

Dalam kesempatan yang sama, Niken W. Palupi Kasubdit Kanker Kementrian Kesehatan RI mengungkapkan peran organisasi perempuan seperti ‘Aisyiyah sangat penting dalam upaya menurunkan angka kanker, khususnya kanker yang diderita perempuan.

 

“Bidan ’Aisyiyah bisa berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk terlibat dalam penanganan seperti pelatihan bidan dalam melakukan IVA. Karena 80 persen dana Kemenkes ada di Provinsi.” Kata Palupi.

 

Selain vaksin, Andrijono meminta ‘Aisyiyah melalui lembaga pendidikan untuk terlibat. Di antaranya memasukan isu kanker sebagai kurikulum dan menghadirkan prodi khusus onkologi.