Pemilihan Kepala Baru PAUD 'Aisyiyah Percontohan

22 Juni 2020 12:49 WIB | dibaca 117

Lamongan -- Pada Sabtu (13/6), Mushlihin mendapat tugas pengajian iftitah dalam acara laporan pertanggungjawaban Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Percontohan ‘Aisyiyah Takerharjo, Solokuro, Lamongan periode 2016-2020. Acara tersebut sekaligus dengan pemilihan kepala baru untuk masa jabatan periode empat tahun ke depan.

Menjadi sebuah kehormatan bagi Mushlihin dapat menjadi bagian dalam acara di almamaternya, PAUD Percontohan Takerharjo, Solokuro, Lamongan, 40 tahun yang lalu. 

Pada pengajian iftitah, Mushlihin menyampaikan tentang hadis riwayat Bukhari Muslim bahwa terdapat lima hak seorang muslim. Pertama, menjawab salam, kedua, membesuk, ketiga, takziah, keempat, mendoakan orang bersin dan kelima, menghadiri undangan.

Selanjutnya Mushlihin berdecak kagum, terutama kepada penasihat, pembina, pengurus, dan sesepuh yang berkenan hadir. Atas perjuangan mereka PAUD ini berdiri. Lalu dicatat, didaftar, diakui, disamakan, dan terakreditasi.

Bahkan mendapatkan predikat PAUD percontohan, kualifikasi A oleh BAN, lembaga perintis program green school, PAUD inovatif dan berkarakter, sekolah ramah anak, dan lembaga perintis program pramuka siaga. Sebagaimana yang terdapat dalam buku laporan.

Pun prestasi yang diperoleh pendidik dan peserta didik serta wali sangat spektakuler. Juara harapan 3 lomba sandiwara boneka tingkat nasional. Adapun juara tingkat kabupaten tambah banyak. Seperti lomba bercerita tanpa alat, gerak dan lagu, permainan anak, finger print, MC, story reading, best practice, lari, menghias, pantomim, tartil, percakapan, dan azan.

Kemudian kegiatan belajar PAUD yang terdiri dari SPS, KB, TK, dan TPQ ini dilaksanakan Sabtu sampai Kamis, sedang Jumat libur. Sebagai kegiatan penunjang adalah literasi, tahfiz, tapak suci, salat duha, pramuka, dan sedekah barang berguna. Saya kian terpana.

Gayung bersambut, ratusan lembaga lain melakukan magang alias studi tiru. Di antaranya dari UINSA, UNAIR, PDA Tulungagung, Madiun, Gresik, Nganjuk, Bojonegoro, dan Lamongan. Sungguh saya tercengang.

Namun tetap terdapat problematika yang dihadapi seperti kurangnya sarana prasarana, dana dan murid. Lebih dari itu warga sekolah memiliki semangat jihad fi sabilillah.

Di akhir, Mushlihin, masih dalam pengajian iftitahnya mengajak hadirin agar menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala dengan sebaik-baiknya. Bila ada keraguan, mintalah pertolongan kepada Allah. Supaya kita ditunjukkan jalan hidup yang dapat membuat bahagia. Bukan jalan yang dimurkai dan sesat. Selamat bereformasi, semoga terpilih pimpinan yang sidik (benar), amanah (jujur), tablig (terbuka) dan fatanah (cerdas).

Sumber: suaramuhammadiyah.id