PWA Sumatera Utara Bahas Khitan Perempuan dalam Perspektif Islam dan Kesehatan

02 September 2019 16:33 WIB | dibaca 91

Sumatera Utara -- Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Sumatera Utara mengadakan pengajian rutin setiap bulan pada (30/8). Pengajian bulanan tersebut merupakan pertemuan rapat paripurna yang membahas tentang organisasi dan kajian tentang keislaman. Penyelenggara pada saat ini dipercayakan kepada Majelis Tabligh dan Majelis Kesehatan dengan tema "Kajian Khitan Perempuan Menurut Mukum Islam dan Kesehatan."

Pembicara dalam acara ini adalah Dr. Sulidar, M Ag, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sumut, dosen Hadis UIN Sumut Medan dan juga dosen di UMSU yang membawakan materi  Khitan Perempuan Dalam Perspektif As- Sunah dan Keputusan Fatwa Tarjih Muhammadiyah. Beliau memaparkan bahwa untuk memahami suatu hadis harus secara komprehensif dengan mengetahui sumber dan  siapa perawinya sehingga hadis tersebut dapat digolongkan Shahih, Hasan, Daif atau Palsu.

Majelis Tarjih Muhammadiyah menetapkan bahwa khitan perempuan adalah  mubah dan diperlukan penelitian dampak positif dan negatif dari khitan sehingga jangan sampai melanggar Sunnah dan dikhawatirkan mudharat. Menurut syariat Islam suatu hukum harus memelihara jiwa (hifz an-nafs) dan memelihara keturunan (hifz an-nasab).

Dari sisi kesehatan dr. Elfira Sungkar, Sp.Og dari RS Pirngadi Medan memaparkan tentang Pandangan Medis Terhadap Khitan Pada Perempuan. dr Elfira menyampaikan bahwa khitan bagi perempuan ditinjau dari segi medis tidak ada hubungannya dengan kesehatan perempuan baik secara fisik maupun psikologis. Apabila  kurang tepat pelaksanaan dapat pula membahayakan kesehatan yang dikhitan.

Kesimpulan pemaparan kedua pakar tersebut Khitan bagi perempuan tidak wajib baik dari segi hukum Islam maupun dari kesehatan. (Majelis Kesehatan PWA Sumut dan Majelis Tabligh PWA Sumut)

 

Sumber: sumut.aisyiyah.or.id