Pemanfaatan Lahan, Upaya Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

07 Agustus 2020 16:48 WIB | dibaca 101

 

YOGYAKARTA – Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah (PWA) Daerah Istimewa Yogyakarta gelar pelatihan budi daya sayur dengan metode hidroponik dan aquaponik di TK ABA Ngabean 2, Tempel dan TK ABA Candi, Pakem, Sleman, pada Kamis (6/08/2020).

Dalam kegiatan pelatihan kali ini peserta tidak hanya diajarkan bagaimana menanam dengan metode hodroponik dan aquaponik yang tidak membutuhkan banyak lahan, namun peserta juga diajarkan bagaimana cara melakukan penyemaian sayur. Hal ini dilakukan supaya jika ingin menanam kembali setalah panen atau ingin menambah media tanam, ibu-ibu guru dan ‘Aisyiyah tidak perlu repot membeli bibit tanaman.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh PWA DIY ini merupakan bagian dari menggiatkan Keluarga Resilence/Lenting yang diinisiasi oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat 'Aisyiyah. Keluarga Resilience/Lenting merupakan gerakan keluarga yang kuat bertahan dalam segala situasi termasuk masa pandemi saat ini. Gerakan Keluarga Lenting ini tidak hanya dilakukan dengan melakukan kampanye mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi covid-19 akan tetapi juga membentuk keluarga hijau dan tangguh bencana yang menjadi salah satu tujuan dalam pembentukan keluarga sehat dan mandiri. 

Hanik Rosyada, Wakil Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Sleman berharap dengan adanya pelatihan budi daya sayuran dengan hidroponik dan aquaponik, walaupun masyarakat Sleman memiliki lahan luas untuk bercocok tanam, cara ini dapat menambah hasil pertanian/pekebunan untuk memperkuat ketahanan pangan, sehingga lahan yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk tanaman lainnya. “Walaupun dicibir, wong lahane akeh kok nganggo hidroponik, tapi biarkan saja”, pungkasnya. Kegiatan ini akan dirasakan manfaatnya tentunya setelah dicoba dan membuahkan hasil.

Kehadiran Tim Lenting disambut baik oleh kedua sekolah di Sleman ini. Tri Pandriati, Kepala Sekolah TK ABA Candi menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan media tanam yang ternyata mendapat tanggapan positif tidak hanya oleh pihak sekolah tapi juga dari wali murid dan masyarakat setempat. “Semoga program greenshcool sukses dan dapat bermanfaat bagi ketahanan pangan, menjadi semangat dan support bagi keluarga Pimpinan Cabang Pakem dan Pimpjnan Ranting Purwobinangun”, tambahnya.

Yuni Purwati, perwakilan Majelis Dikdasmen DIY dalam sambutannya menyampaikan, “Harapan saya program ini dapat berkelanjutan, tidak hanya di kalangan sekolah saja, tapi juga dapat disampaikan ke wali murid dan masyarakat sekitar”. Dan program ini diharapkan tidak hanya sementara, sehingga setelah pandemi usai keluarga lenting dapat terwujud. Dimana keluarga yang terpuruk akibat covid-19 dapat bangkit kembali bahkan lebih Tangguh dan mampu melesat.

Peserta pelatihan ini tidak hanya terdiri dari perwakilan Guru TK ABA, anggota perwakilan Majelis, Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Tempel dan Pakem serta Pimpinan Ranting  ‘Aisyiyah Banyurejo dan Purwobinangun, namun juga ada perwakilan dari petugas kebersihan sekolah, wali murid bahkan kepada dusun dan perwakilan komite sekolah.