Pelemahan KPK Merugikan Kepentingan Rakyat

29 Januari 2015 11:52 WIB | dibaca 811

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah saat melakukan Konferensi Pers terkait konflik antara KPK dan POLRI

 

Konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Republik Indonesia adalah bukti bahwa institusi penegakan hukum di Indonesia sedang dipertaruhkan.

“Terkait dengan (keadaan) penegakan hukum dan lembaga penegakan hukum yang tidak kondusif tersebut, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dengan seluruh pimpinan di tingkat bawah mendukung untuk pemberantasan korupsi, mendukung komisi pemberantasan korupsi untuk tetap istiqomah, tetap tegak, dan kokoh menjalankan tugas-tugas utamanya melakukan pemberantasan korupsi.” Kata Noordjannah, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah (27/01/2014).

Noordjannah menambahkan, ‘Aisyiyah mendukung sepenuhnya agar KPK diperkuat dan terus mempercepat proses pemberantasan korupsi yang sedang berjalan saat ini. Noordjannah mewakili ‘Aisyiyah secara keseluruhan memaparkan ada tiga poin penting salah satunya mendesak Presiden Jokowi Dodo untuk bersikap tegas memberantas korupsi kepada siapapun yang terlibat.

Noor melihat upaya pelemahan KPK ini tidak hanya akan merugikan KPK secara lembaga tetapi juga merugikan kepentingan rakyat.

“Itu yang jelas karena misi pemberantasan korupsi adalah misi pada kepentingan rakyat, kepentingan bangsa, dan kepentingan negara dalam hal ini bangsa yang bermartabat agar bisa menjadi bangsa yang kokoh.” Ujar Noor.

Lebih jauh, Noordjannah mengatakan, ‘Aisyiyah berharap institusi penegakan hukum menjadi sebuah institusi yang memiliki komitmen kuat untuk pemberantasan korupsi dan memperoleh kepercayaan rakyat bukan individu atau kelompok tertentu.