Pekerja Migran Bangun Geliat 'Aisyiyah di Hongkong

26 Oktober 2020 18:08 WIB | dibaca 213

 
 
‘Aisyiyah mulai menapakkan jejaknya di Hongkong. Hal ini tergambar dari upgrading anggota Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Hongkong pada Minggu (25/10) yang dilakukan secara virtual. Para anggota dan pengurus PCIA Hongkong yang seluruhnya merupakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) mengikuti upgrading sebelum menerima pelantikan secara resmi dari Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah (PPA). Kepengurusan PCIA Hongkong sendiri resmi disahkan pada 30 Mei 2020 dengan memiliki lima majelis yakni Majelis Pendidikan dan Kesehatan, Majelis Dakwah, Majelis Kaderisasi, Majelis Informasi, serta Majelis Ekonomi dan Lazismu.
 
“Kami di sini memang masih belum banyak, baru sedikit saja kader yang kami miliki, tetapi kami akan berbuat yang terbaik untuk membawa 'Aisyiyah di Hongkong supaya dikenal,” ujar Sri Nasiati Umaroh yang merupakan Ketua PCIA Hongkong.
 
Sri Nasiati Umaroh yang akrab dipanggil Umi ini menyampaikan bahwa selain untuk berdakwah memperkenalkan ‘Aisyiyah, PCIA Hongkong juga dibentuk sebagai wadah mengayomi para pekerja migran di Hongkong dan memberikan pembekalan yang akan bermanfaat jika para pekerja kelak kembali ke tanah air. “Kami di sini sebagai pekerja migran datang dari kampung untuk mengadu nasib memperjuangkan kehidupan keluarga, akan tetapi setiap kita pulang sebanyak apapun uang yang kita miliki itu akan habis, maka kami memiliki keinginan untuk membuat program Kemandirian Purna Kerja yang dapat memberikan bekal bagi mereka saat kembali ke Indonesia." Umi melanjutkan bahwa ke depannya ia berharap akan mendapatkan bantuan dan bimbingan dari ‘Aisyiyah pusat untuk dapat memberikan pendampingan bagi teman-teman pekerja migran.
 
 
Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini dalam sambutannya memberikan apresiasi yang luar biasa atas keinginan teman-teman pekerja migran untuk mendirikan ‘Aisyiyah di Hongkong. Noordjannah menyampaikan bahwa keberadaan teman-teman pekerja migran di negeri orang demi kelangsungan hidup keluarga adalah bernilai jihad, belum lagi ditambah keinginan kuat dan ikhlas untuk berdakwah atas nama ‘Aisyiyah. “Teman-teman berada di Hongkong saat ini tidak hanya berpikir untuk diri sendiri tetapi melalui ‘Aisyiyah ini akan berjuang dan berdakwah demi kepentingan banyak pihak.”
 
Noordjannah melanjutkan bahwa bergabung di ‘Aisyiyah apalagi menjadi pimpinan seperti teman-teman pengurus PCIA Hongkong ini tentu memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana karena ‘Aisyiyah memiliki tujuan dakwah amar maruf nahi munkar. Noordjannah menyampaikan bahwa ada tanggung jawab para pengurus PCIA untuk dapat mengajak kepada kebaikan. “Teman-teman memiliki tanggung jawab dan mendapatkan mandat menyebarkan dakwah ‘Aisyiyah, karena ‘Aisyiyah hadir untuk meningkatkan hak dan martabat kemanusiaan dan kemulian termasuk bagi para perempuan dan kemudian perempuan itu dengan potensi yang dimiliki juga punya potensi berdakwah amar maruf nahi munkar, nah ini yang menurut saya sudah cocok dengan tujuan teman-teman mendirikan ‘Aisyiyah di Hongkong.”
 
Dalam melakukan gerak dan dakwah PCIA Hongkong, Noordjannah meminta agar para pengurus memperhatikan kondisi yang ada serta taat pada peraturan setempat. Ia juga mendorong agar para pengurus dapat berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan banyak pihak termasuk dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang ada di Hongkong. “Programnya bagus, niatnya bagus, teman-teman ada di Hongkong juga dengan niat yang mulia demi keluarga, maka kemuliaan yang ada ini perlu kita jaga dan rawat dengan baik supaya kita bisa menyebarkan kebaikan-kebaikan dari maksud kehadiran PCIA Hongkong,” ujar Noordjannah. 
 
Latifah Iskandar, selaku Ketua ‘Aisyiyah yang membidangi Ekonomi dan Ketenagakerjaan juga turut memberikan apresiasi atas telah terbentuknya PCIA Hongkong ini. Ia menyampaikan akan memberikan bantuan yang diperlukan oleh PCIA dalam menjalankan program Kemandirian Purna Kerja. “Insya Allah kita akan lanjut memperbincangkan apa yang bisa dilakukan PCIA Hongkong agar teman-teman pekerja migran nantinya bisa menjadi TKI Purna yang mandiri secara ekonomi.”
 
Pada hari yang sama para pengurus PCIA Hongkong juga melakukan kunjungan ke KJRI sebagai langkah awal memperkenalkan berdirinya ‘Aisiyiyah di Hongkong. Tujuh orang pengurus dan anggota PCIA Hongkong diterima langsung oleh Theodora Elfani Prassanti selaku Konsul Penerangan, Sosial, dan Budaya, Agung Wahyudi selaku Atase Tenis Kepolisian, Fajar Kurniawan dan Ayu Saptaningtyas selaku Konsul Muda Pensosbud. Ketua PCIA Hongkong menyampaikan bahwa kehadiran ‘Aisyiyah di Hongkong disambut baik oleh KJRI dan pihaknya berharap dapat menjalin kerjasama lebih lanjut dari KJRI terutama dalam hal penyelenggaraan kegiatan Program Kemandirian Purna Kerja. (Suri)