PDA Mempawah adakan forum Lokakarya Penguatan Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam untuk Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat

29 Mei 2017 19:54 WIB | dibaca 671

Minggu (21/5), Pimpinan Daerah  ‘Aisyiyah (PDA) Mempawah mengadakan forum lokakarya Penguatan Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam untuk Tokoh Agama(TOGA) dan Tokoh Masyarakat(TOMA). Kegiatan tersebut berlangsung di Wisma Chandramidi Jl. Gst. Moh. Taufik Mempawah, yang dihadiri oleh Pimpinan Derah ‘Aisyiyah maupun Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Mempawah, juga para tokoh masyarakat juga tokoh agama dan kader kader desa yang ada di kabupaten Mempawah.

Dalam sambutannya perwakilanPimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Barat, Yumi Harti mengungkapkan bahwa ‘Aisyiyah memang memiliki  perhatian khusus di berbagai bidang terutama bidang pendidikan dan kesehatan. Maka dari itu dirinya mengaku sangat mengapresiasi kepada PDA yang telah mengadakan kegiatan lokakaryatersebut.

Ketua PDA Mempawah, Dwi Suhartinimengungkapkan bahwa dari TOGA dan TOMA untuk bersinergi menyuarakan tentang kegiatan –kegiatan MAMPU ‘Aisyiyah terutama tentang penyuluhan reproduksi sehat. Materi yang biasa di sampaikan oleh TOGA dan TOMA,  masih seputar materi keagamaan yang umum di masyarakat.

Para pemateri dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa, hingga saat ini masyarakat masih tabu untuk berbicara tentang kesehatan reproduksi, dan para Da’i yang terjun di masyarakat juga kurang menguasai tentang materi kesehatan reproduksi, sehingga masih sangat jarang ada da’I yang membiacarakan tentang persoalan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Shoimah Kastolani yang menyampaikan materi tentang Seksa dalam Perspektif Islam, Manfaat ber-KB juga Donor ASI. Shoiumah menyampaikan bahwa tantangan ‘Aisyiyah harus menyampaikan ke masyarakat tentang manfaat KB  Bahwa keluarga menjadi berkualitas, juga menyiapkan generasi yang berkualitas dengan melakukan perencanaan keluarga sehingga tidak menelantarkan anak atau membebani orang lain, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Ketua PDM Mempawah, mengungkapkan bahwa selama ini PDM belum terlalu bersinergi dengan PDA. Harapannya bahwa kedepannya, di dalam kegiatan – kegiatan yang di lakukan oleh ‘Aisyiyah terutama pada saat penyuluhan Kesehatan Reproduksi perempuan hendaknya PDM di undang agar dapat menyiapkan Materi yang sesuai dengan penyuluhan pada hal tersebut.

Yumi mengharapkan, adanya edukasi yang bersinergi terus menerus antara PDA dan PDM, sinergi antar majelis, karena kurangnya sosialisasi dari TOGA dan TOMA sehingga ibu-ibu di Mempawah masih kurang menganggap perlu untuk memeriksakan diri sedini mungkin. Temuan – temuan di lapangan bahwa kondisi masyarakat Mempawah masih malu untuk memeriksakan diri sedini mungkin, sehingga mereka datang ke PUSKESMAS untuk memeriksakan diri, apabila sudah terjadi keluhan-keluhan yang biasanya sudah terindikasi pada stadium lanjut. [Karima]