PDA Cianjur Peduli Kesehatan Reproduksi dengan Launching GISI

11 November 2016 15:44 WIB | dibaca 1453


Dihadiri lebih dari 500 peserta, Kegiatan meriah dalam rangka peringatan bulan peduli kanker payudara dan kanker serviks atau Pink Blue Day berlangsung di Cianjur pada Minggu (23/10). Menurut Febriyanti Firdiayusi selaku Koordinator MAMPU ‘Aisyiyah Cianjur kegiatan Pink Blue Day dilaksanakan dengan tujuan untuk menumbuhkan kesadaran di masyarakat mengenai kanker. “Penyakit kanker payudara dan serviks merupakan penyakit kanker yang paling mematikan bagi perempuan karena itu kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit tersebut melalui kegiatan ini.” Ujar Febriyanti.

Ditambahkan oleh Febriyanti bahwa kegiatan Pink Blue Day yang dilaksanakan oleh ‘Aisyiyah tahun ini juga sekaligus dijadikan momen peluncuran program nasional ‘Aisyiyah yakni program GISI (Gerakan Infaq Sayang Ibu). Bekerjasama dengan lembaga amil zakat Baznas Cianjur program ini bertujuan untuk mendistribusikan ZIS (Zakat, Infaq, Shodaqoh) guna keperluan kesehatan reproduksi ibu dan perempuan Cianjur yang membutuhkan. “Melalui GISI ini ‘Aisyiyah ingin mengajak masyarakat untuk peduli pada peningkatan kesehatan ibu terutama pada upaya pengurangan Angka Kematian Ibu (AKI), pencegahan maupun pengobatan kanker serviks dan kanker payudara serta problem kesehatan ibu yang lain.” tandas Febriyanti.

Ratusan undangan hadir pada acara yang berlangsung di Taman Prawatasari dan menyatakan dukungannya untuk program ini. Undangan yang hadir antara lain Wakil Bupati Cianjur, Dinas Kesehatan Cianjur, Dinas Sosial Cianjur, Yayasan Kanker Indonesia Cianjur, BKBPP, Majelis Ulama Indonesia Cianjur, Bidan Desa Cianjur dan kader serta anggota BSA binaan ‘Aisyiyah.  

Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh ‘Aisyiyah ini sangat positif dan merasa senang karena ‘Aisyiyah dapat memberikan bantuan kepada masyarakat dan peduli kepada kaum dhuafa mustadafin yang diakui tidak dapat dengan mudah dijangkau seluruhnya oleh pemerintah. “Pemerintah perlu mengapresiasi serta memberikan dukungan dalam perjalanan program GISI ini, serta perlu ada kerjasama yang berkelanjutan dalam penyadaran kesehatan mengingat ini merupakan fokus bapak bupati untuk menyelesaikan permasalahan yang begitu sulit dalam bidang kesehatan.” lanjut Herman.

Febriyanti menyampaikan “Harapan ‘Aisyiyah agar program GISI ini bisa berkembang dan memberikan manfaat positif bagi ibu dan perempuan Cianjur yang membutuhkan bantuan bagi kesehatan reproduksi mereka.” Febriyanti menambahkan, ‘Aisyiyah juga menyambut baik kerjasama berkelanjutan yang disampaikan oleh wakil bupati sehingga ‘Aisyiyah bersama pemerintah bisa bersama-sama untuk menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesehatan khususnya kesehatan reproduksi. Dengan demikian tujuan ‘Aisyiyah untuk menjadikan desa-desa di Cianjur menjadi desa yang qoriyah toyibah dapat terwujud dengan adanya kesadaran dari masyarakat sendiri.

Serangkaian acara berkaitan dengan kanker payudara dan kanker serviks menurut Febriyanti sudah dilakukan oleh PDA Cianjur sebelum acara puncak Pink Blue Day berupa kegiatan Safari IVA di tiga kecamatan yaitu kecamatan Warunkondang, Sukaluyu, dan Sindang Barang pada tanggal 17 sampai 23 Oktober.

Pada acara puncak kegiatan Pink Blue Day sendiri berlangsung kegiatan senam sehat, orasi mengenai kanker, penandatanganan kesepakatan Cianjur peduli kanker, launching GISI. Dilaksanakan juga simbolis MoU GISI dengan Baznas Cianjur untuk pembentukan unit pengambilan zakat. (SPU)