Patut Jadi Contoh, Kader 'Aisyiyah Taiwan Raih Gelar Doktor Tercepat di Universitas Asia

09 Juli 2020 14:39 WIB | dibaca 148

Salah satu Kader ‘Aisyiyah di Taiwan, drg. Valendriyani Ningrum, MPH, Ph.D, meraih gelar doktornya di Department Health Care Administration, Asia University, Taiwan pada hari Rabu tanggal 8 Juli 2020 yang ditandai dengan ujian akhir disertasi. Ujian disertasi dilakukan secara daring dan diuji oleh lima orang Professor sebagai Tim penguji dari beberapa universitas di Taiwan. Ujian secara daring dilakukan sebab masih dalam masa pandemi Covid-19.

Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Taiwan, Andi Azhar, dilansir dari laman muhammadiyah.or.id sangat mengapresiasi raihan prestasi dari kader Aisyiah ini. Menurutnya ini adalah bukti bahwa perempuan-perempuan Muhammadiyah merupakan kader-kader berkemajuan yang terus berupaya melakukan peningkatan kapasitas dirinya dalam bidang akademis. 

"Semua kader dituntut untuk terus mengupgrade ilmu pengetahuan dan kapasitas diri, sebagai ciri berkemajuan yang menjadi watak Muhammadiyah,”  ungkap Andi. 

Andi juga menyebut bahwa saat ini ada puluhan kader-kader muda Muhammadiyah dan ‘Aisyiah di Taiwan yang akan menyelesaikan studi doktor mereka dalam rentang waktu setahun kedepan.

"InsyaAllah kelulusan puluhan doktor-doktor muda Muhammadiyah di Taiwan ini akan menjadi kado dari PCIM Taiwan untuk Muktamar Muhammadiyah tahun depan,” imbuhnya.

Valend, yang juga bertugas sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Sumatera Barat ini, mampu menyelesaikan gelar doktornya dalam waktu satu tahun 10 bulan. Durasi waktu studi yang cukup singkat tersebut, menjadikan Valend sebagai lulusan tercepat program doktor di Taiwan.

Dalam disertasinya yang berjudul “The clinical oral health status studies of individuals with intelectual disability disorder and autism spectrum disorder in Indonesia: Mixed method research”, Valend mengangkat tema tentang oral health status pada anak dengan autis dan disabilitas intelektual.

Tiga studi menggunakan systematic review dan meta-analysis, studi kuantitatif dan studi kualitatif yang dilakukannya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara subjek dengan special need dan subjek normal. Beberapa rekomendasi untuk dokter gigi, caregiver dan pemerintah dari penelitian yang dilakukannya adalah untuk meningkatkan upaya promotif, preventing, dan peningkatan akses kesehatan bagi special need secara komprehensif. 

Valend sendiri diketahui membawa tiga anaknya selama studi di Taiwan dan hal itu tidak menghalanginya untuk mendapatkan capaian dua publikasi internasional pada jurnal bereputasi dengan impact factor 4. Para penguji cukup puas dengan disertasi Valend dan mengungkapkan beberapa peluang untuk menambah publikasi internasional dari hasil penelitian disertasinya.

Valend merupakan istri dari drg. Abu Bakar, yang merupakan Ketua Majelis Tarjih, Tajdid, Tabligh, dan Dakwah Khusus PCIM Taiwan. Abu Bakar juga sedang menempuh studi doktornya di Taiwan. Keuletan mereka dalam berjuang mencapai gelar akademik tertinggi patut menjadi contoh bagi segenap kader Muhammadiyah -' Aisyiah dimanapun berada.

Sumber: muhammadiyah.or.id