Pasca Pemilu 2019, Muhammadiyah Memandang Perlunya Hormati Kerja Penyelenggara Pemilu

18 April 2019 19:14 WIB | dibaca 685

YOGYAKARTA -- Pemilihan Umum tahun 2019 telah purna diselenggarakan. Menanggapi pasca Pemilu 17 April 2019, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah gelar Konferensi Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Damai Pasca Pemilu pada (18/04) di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro nomor 23, Yogyakarta.

Melalui Pernyataan Pers PP Muhammadiyah mengucapkan selamat atas terselenggaranya Pemilu (17/04) lalu. Selain itu, Muhammadiyah mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati pilihan dan keputusan hasil Pemilu 2019 yang akan disampaikan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah turut mengimbau untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari KPU dengan jiwa besar, lapang hati dan bijaksana. Muhammadiyah, lanjut Haedar memberi kepercayaan penuh kepada KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan seluruh pihak yang terlibat dalam kontestasi Pemilu. “Kami percaya bahwa seluruh elit bangsa dan komponen bangsa dapat menciptakan suasana yang damai dan tentu semuanya bisa mengawal proses penghitungan sampai nanti keluar hasil Pemilu. Kami percaya KPU akan bekerja dengan professional, jujur, adil, transparan, dan independen,” ujarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyampaikan bahwa seluruh elemen termasuk masyarakat sipil menjadi tanggungjawab KPU sebagai lembaga negara yang memiliki kewajiban demokratis untuk melakukan check and balance sehingga dapat memenuhi hak masyarakat untuk dipimpin oleh yang menang secara objektif sekaligus menang dengan prinsip-prinsip yang disampaikan dalam butir Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pelaksanaan Pemilu Tahun 2019. “Mari kita beri kesempatan kepada penyelenggara Pemilu untuk tentunya bekerja secara profesional, jujur, adil, transparan, dan independen. Kami juga berharap pada pihak-pihak manapun untuk tidak melakukan tekanan dalam bentuk apapun yang berakibat KPU dan Bawaslu bekerja tidak jujur dan profesional,” terang Busyro Muqoddas. Oleh karena itu, Haedar dengan tegas meminta seluruh elemen bangsa untuk menghargai dan menghormati hasil perhitungan yang secara resmi akan diumumkan oleh KPU dengan sabar dan tidak melakukan hal yang dapat menciptakan suasana tidak kondusif. “Kita hargai hasil perhitungan internal maupun eksternal yang dilakukan apakah itu dengan quick count, exit poll, dan sebagainya sebagai sebuah referensi ataupun data tetapi yang menentukan adalah hasil dari KPU,” ucapnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk kembali melakukan kerja-kerja produktif dengan tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kerjasama untuk kemajuan bangsa dan negara. “Waktu kita untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2019 ini sudah usai, saatnya kita kembali melangkah dengan kerja-kerja produktif,” ajak Haedar. Diakhir, Muhammadiyah memandang perlunya rekonsiliasi nasional untuk menjaga tegaknya persatuan bangsa. Menurut Haedar, rekonsiliasi akan dilakukan secara konstutusi maupun kultural dengan menjaga musyawarah dan silaturrahim demi keutuhan bangsa. (AAM)