Noordjannah Terpilih Sebagai Ketua Umum ‘Aisyiyah

07 Agustus 2015 17:56 WIB | dibaca 2724

Ketua umum PP ‘Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat melakukan pemungutan suara (Dok. Haris Z)

 

‘Aisyiyah telah menemukan Ketua Umumnya Periode 2015-2010. Noordjannah Djohantini terpilih kembali setelah melewati serangkaian pemilihan dalam sidang Muktamar ‘Aisyiyah ke-47 (6/8), di Balai Prajurit M. Jusuf, Makassar. Dalam pengumuman hasil sidang pimpinan terpilih, Mahsunah, Ketua Panitia Pemilihan menyatakan, “Berdasarkan rapat 13 pimpinan terpilih, memutuskan Dra. Siti Noordjannah Djohantini, MM., M.Si sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Periode 2015-2020.”

Sebelumnya, 7 formatur hasil pemilihan dengan suara terbanyak, telah memilih 6 orang lainnya sehingga terpilih 13 orang pimpinan yang akan memilih Ketua Umum. Ketigabelas orang terpilih tersebut adalah: Siti Noordjannah Djohantini, Dyah Siti Nuraini, Siti Aisyah, Masyitoh Chusnan, Shoimah, Atikah, Latifah, Tri Hastuti Nur Rochimah, Chairunnisa, Esty Martiana, Rohimi Zam Zam, Susilaningsih, dan Evi Sofia Inayati. Ketigabelas orang pimpinan terpilih kemudian sepakat memilih Noordjannah Djohantini sebagai Ketua Umum ‘Aisyiyah Periode 2015-2020.

Dihubungi setelah terpilih (6/8), Noordjannah mengatakan, “Di ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah itu tidak mencari jabatan. Ini bagian dari amanah yang harus ditunaikan karena ini merupakan kepercayaan.”

Ketika disinggung terkait terpilihnya Haedar Nashir yang juga menjadi suaminya sebagai Ketua Umum terpilih Pimpinan Pusat Muhammadiyah Periode 2015-2020, Noordjannah, peraih suara terbanyak ini mengungkapkan, “Sebenarnya ini takdir. Kami dari keluarga yang tidak memikirkan sedikitpun untuk kemudian terjadi seperti ini, tapi berkhidmat di ‘Aisyiyah-Muhammadiyah untuk berperan apa saja.” ‘Aisyiyah-Muhammadiyah, imbuh Noor, memiliki rumah tangga masing-masing.

Noordjannah menceritakan, bahwa ia berasal dari keluarga Muhammadiyah, orang tua dan kakeknya Muhammadiyah juga Masyumi. Dalam kehidupan sehari-harinya, ungkap Noordjannah, “kadang organisasi ada di meja makan bersama anak-anak, kadang ada di perjalanan ketika bersama di jalan.” Ketika berbicara rumah kita harus sakinah, ujar Noor, itu juga organisasi karena ‘Aisyiyah sebagai organisasi dan gerakan memiliki program Keluarga Sakinah.

Ke depan, ungkap Noordjannah, ‘Aisyiyah akan konsisten menjalankan peran keumatan dan kebangsaan melalui dakwah pencerahan sebagaimana tertuang dalam Pokok-pokok Pikiran Abad Kedua. Noordjannah menyebut 3 visi gerakan ‘Aisyiyah memasuki abad kedua, Islam berkemajuan, Dakwah Pencerahan, Perempuan Berkemajuan. Selain itu, terdapat 8 agenda strategis ‘Aisyiyah, 1) pengembangan gerakan keilmuan; 2) Penguatan keluarga sakinah; 3) reaktualisasi usaha praksis melalui pemberdayaan ekonomi juga pelayanan dan pemberdayaan kesehatan masyarakat; 4) peran keumatan dan kemanusiaan; 5) Peran kebangsaan, melalui perlindungan dan pemberdayaan lansia, perlindungan kelompok difabel, memperkokoh solidaritas social, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, penguatan karakter bangsa, pemberantasan korupsi dan lembahnya penegakan hukum; 6) Penguatan Posisi Organisasi dan Ideologisasi; 7) Dinamisasi kepemimpinan.